• Sabtu, 3 Desember 2022

Kepala Intelijen: Putin Berupaya Ciptakan 'Korea Utara dan Korea Selatan' di Ukraina

- Senin, 28 Maret 2022 | 05:00 WIB
Ilustrasi - Intelijen Ukraina sebut Putin berusaha membuat Ukraina seperti Korea Utara dan Korea Selatan. (Facebook.com/General Staff of the Armed Forces of Ukraine)
Ilustrasi - Intelijen Ukraina sebut Putin berusaha membuat Ukraina seperti Korea Utara dan Korea Selatan. (Facebook.com/General Staff of the Armed Forces of Ukraine)

SINAR HARAPAN - DIREKTORAT Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia akan mencoba 'menyatukan' wilayah yang diduduki menjadi satu entitas kuasi-negara tunggal yang akan menentang Ukraina merdeka.

Namun, diperkirakan Kremlin tidak akan dapat menerapkan 'skenario Korea' di Ukraina seperti yang dilansir dari Sky News pada Minggu. Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Kepala Direktorat Intelijen Utama, Brigadir Jenderal Kyrylo Budanov menjelaskan pendapatnya.

"Setelah kegagalan di dekat Kyiv dan ketidakmungkinan menggulingkan pemerintah pusat Ukraina, Putin sudah mengubah arah operasional utama-selatan dan timur. Ada alasan untuk percaya bahwa dia sedang mempertimbangkan skenario 'Korea' untuk Ukraina," katanya.

Baca Juga: Biden: Putin Tak Bisa Tetap Berkuasa

"Itu adalah, dia akan mencoba untuk memaksakan garis pemisah antara wilayah yang tidak berpenghuni dan yang diduduki di negara kita. Faktanya, itu adalah upaya untuk menciptakan Korea Utara dan Selatan di Ukraina. Bagaimanapun, dia pasti tidak dapat menelan seluruh negara," sebut layanan pers mengutip Budanov.

Dia mengatakan dia yakin bahwa masalah membangun koridor darat ke Krimea masih relevan untuk rezim fasis Rusia. Tetapi masalah utama untuk mengimplementasikan rencana ini adalah kota Mariupol yang tidak dapat ditembus, kata Budanov.

"Para penjajah akan mencoba untuk menyatukan wilayah yang diduduki menjadi satu entitas kuasi-negara tunggal yang akan menentang Ukraina merdeka. Kami sudah melihat upaya untuk menciptakan otoritas 'paralel' di wilayah pendudukan dan memaksa orang untuk menyerahkan hryvnia (mata uang Ukraina, red)," ujarnya.

Baca Juga: Bahas Evakuasi Warga Mariupol, Macron Akan Berdiskusi dengan Putin

"Mereka mungkin ingin menawar tentang itu di tingkat internasional. Tetapi perlawanan dan demonstrasi warga kita di wilayah pendudukan, serangan balik oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, dan pembebasan wilayah secara bertahap, secara signifikan memperumit implementasi rencana musuh," katanya.

"Selain itu, musim total Safari gerilya Ukraina akan segera dimulai. Kemudian akan ada satu skenario relevan yang tersisa untuk Rusia, bagaimana bertahan hidup," Budanov menyimpulkan.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Sky News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X