• Minggu, 27 November 2022

Sudah Berlangsung Sebulan, Agresi Militer Rusia ke Ukraina Belum Juga Mereda

- Kamis, 24 Maret 2022 | 14:05 WIB
Ilustrasi - Tentara Ukraina di atas kendaraan militer dalam mobilisasi. (Facebook.com/Staff of the Armed Forces of Ukraine)
Ilustrasi - Tentara Ukraina di atas kendaraan militer dalam mobilisasi. (Facebook.com/Staff of the Armed Forces of Ukraine)

SINAR HARAPAN - PERANG selama sebulan Rusia di Ukraina telah menewaskan ribuan orang, jutaan orang pengungsi mengungsi dan menghancurkan kota-kota. 

Rusia belum menghentikan serangan tetapi sudah menderita kekalahan besar dan harus menghadapi perlawanan sengit Ukraina. Akhir dari konflik masih belum terlihat jelas.

Pada Kamis, 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Ini adalah serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Bahayanya, Rusia menyiratkan kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir jika Barat campur tangan.

Baca Juga: Ukraina Gunakan Face Recognition untuk Identifikasi Tentara Rusia yang Tewas dan Beri Tahu Keluarga Mereka

Kota pelabuhan Mariupol terkepung dan telah terkena dampak paling parah, menjadi sasaran pengeboman selama berminggu-minggu. Di kota ini, sedikitnya 2.300 orang tewas, 100.000 warga sipil terperangkap di kota tanpa aliran air juga listrik dan pemanas, sebagian besar kota hancur seperti yang dilaporkan dari Ukrinform.

Kota Kherson, dilaporkan jatuh ke tangan Rusia. Data korban tewas perang tidak jelas, tetapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky seperti dilansir dari Daily Mail mengatakan pada Rabu 23 Maret 2022, ribuan orang tewas, termasuk setidaknya 121 anak-anak Ukraina.

Ukraina mengatakan telah membunuh lebih dari 14.000 tentara Rusia, dan menghancurkan ratusan tank, kendaraan lapis baja, artileri, serta pesawat perang. Laporan UNHCR menyebutkan pengungsi yang meninggalkan Ukraina mencapai 3,6 juta orang yang mayoritas mengungsi di negara tetangga Polandia. Sekitar 6,5 juta orang lainnya dilaporkan mengungsi di dalam negeri.

Baca Juga: Staf Umum Angkatan Darat: Lebih dari 80 Serangan Bom Rusia ke Ukraina, 29 Berasal dari Belarusia

Sanksi ekonomi pada skala besar mengguncang perekonomian Rusia. Negara ini harus menghadapi ancaman resesi yang dalam tahun ini.  Presiden AS Joe Biden melakukan perjalanan ke Eropa pada Rabu lalu dengan proposal sanksi baru, termasuk mempertimbangkan apakah Rusia dapat dikeluarkan dari blok negara-negara Kelompok 20 (G20).

Para pemimpin Uni Eropa bertemu har ini untuk membahas bantuan keuangan kepada negara-negara anggota. Tujuannya mengimbangi melonjaknya biaya energi bagi petani, bisnis dan rumah tangga, karena Eropa mencari pemasok alternatif batu bara, minyak, dan gas.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Pabrik Garmen di Henan, 38 Orang Tewas

Kamis, 24 November 2022 | 02:41 WIB
X