Zelensky: Ultimatum Rusia Baru Bisa Dipenuhi Saat Kami Mati

- Selasa, 22 Maret 2022 | 08:31 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Twitter/ZelenskyyUa)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Twitter/ZelenskyyUa)

SINAR HARAPAN - UKRAINA menyatakan tidak akan dapat memenuhi ultimatum yang diajukan oleh Federasi Rusia karena untuk memenuhinya akan membutuhkan pemusnahan total rakyat Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ini dalam sebuah wawancara dengan media Eropa, Suspilne, seperti yang dilansir dari Ukrinform.

"Ukraina tidak akan dapat memenuhi ultimatum. Kami tidak akan dapat melakukannya secara fisik. Bagaimana ini bisa dilakukan? Kami semua harus dimusnahkan-maka ultimatum mereka akan dipenuhi secara otomatis. Misalnya, mereka berkata, 'beri kami Kharkiv, beri kami Mariupol, beri kami Kyiv'. Baik penduduk Kharkiv, penduduk Mariupol, maupun penduduk Kyiv, maupun Presiden tidak akan dapat melakukan itu. Kami melihat ini bahkan di kota-kota yang diduduki," kata Zelensky.

Baca Juga: Negosiasi 1,5 Jam Buntu, Ukraina dan Rusia Belum Mencapai Kesepakatan

"Di Melitopol, Berdyansk, mengarah ke sini. Ketika mereka (pasukan Rusia) masuk, orang-orang tidak menyerah. Mereka (pasukan Rusia) mengibarkan bendera (Rusia), orang-orang menurunkannya. Mereka (pasukan Rusia) membunuh seorang pria. Ya, orang-orang bersembunyi, tetapi mereka kembali pada malam hari dan menurunkan bendera itu lagi. Apa yang Anda inginkan? Untuk membunuh kami semua? Ultimatum itu baru bisa kami penuhi saat kami meninggal dunia," tegas Presiden.

Dia menambahkan bahwa ultimatum tidak akan menghasilkan apa pun untuk Federasi Rusia dalam perang dengan Ukraina.

Pada Kamis, 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan serangan militer ke Ukraina. Hingga saat ini lebih dari 3,2 juta orang sudah mengungsi dari Ukraina dengan Polandia menjadi negara terbanyak yang menampung pengungsi.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Ukrinfrom.net

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X