• Sabtu, 3 Desember 2022

Lebih dari 2.000 Warga Sipil Ukraina Terbunuh

- Rabu, 2 Maret 2022 | 20:21 WIB
Arsip - Apartemen dan gedung di Kiev hancur akibat penyerangan Rusia.
Arsip - Apartemen dan gedung di Kiev hancur akibat penyerangan Rusia.

JAKARTA - Sejak awal agresi bersenjata Rusia, lebih dari 2.000 orang Ukraina telah terbunuh selain pasukan pertahanan. "Selama lebih dari 160 jam, Ukraina dan rakyat Ukraina telah membela diri dari serangan berbahaya dan sinis (dari) Rusia dan Belarus. Setiap jam berarti nyawa hilang dari anak-anak, wanita, dan pembela kami. Selama tujuh hari perang," tulis Layanan Darurat Negara di Facebook.

Selama periode ini, Rusia telah menghancurkan ratusan fasilitas infrastruktur transportasi, rumah tinggal, rumah sakit, dan taman kanak-kanak di Ukraina. "Selama periode ini, lebih dari 2.000 orang Ukraina telah terbunuh, selain dari (pasukan) pertahanan kami," bunyi pernyataan itu.

"Hari ini, upaya utama penyelamat ditujukan untuk menyelamatkan orang. Nyawa lebih dari 150 orang telah diselamatkan, lebih dari 400 kebakaran telah dipadamkan setelah serangan musuh, lebih dari 500 orang telah dievakuasi. Pyrotechnicians telah menjinakkan 416 alat peledak," lapor SES.

Seperti dicatat, 10 pasukan penyelamat telah tewas dan 13 lainnya terluka saat melakukan pekerjaan mereka. Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya serangan ke Ukraina. Pasukan Rusia telah menembaki dan menghancurkan fasilitas infrastruktur utama, melakukan serangan besar-besaran di distrik perumahan di kota-kota dan desa-desa Ukraina menggunakan artileri, peluncur roket ganda, dan rudal balistik.

Darurat militer diberlakukan di Ukraina dan mobilisasi umum diumumkan. Ukraina secara resmi mengajukan gugatan terhadap Federasi Rusia di Pengadilan Internasional PBB di Den Haag. Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Karim Khan memulai penyelidikan atas situasi di Ukraina. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat

Rabu, 30 November 2022 | 21:01 WIB
X