Warga Ungkap Isu Radikalisme di Balik Kerusuhan Kazakstan

- Senin, 10 Januari 2022 | 14:10 WIB
Seorang warga berjalan melewati sebuah mobil yang terbakar selepas kerusuhan di Kazakstan.
Seorang warga berjalan melewati sebuah mobil yang terbakar selepas kerusuhan di Kazakstan.

JAKARTA - Salah satu warga Kazakstan mengungkapkan bahwa isu mengenai kelompok radikal berseliweran di balik kerusuhan sejumlah kota di Kazakstan.

Seorang warga Almaty yang dikontak dengan identitas anonim membenarkan terkait rumor ekstremisme yang kerap jadi bahasan di antara warga. Ia bahkan menyinggung kelompok wahabi radikal di balik kerusuhan di negaranya.

"Saat ini kondisi masih darurat hingga 19 Januari dengan pemberlakuan jam malam hingga 23.00. Kota (Almaty) coba dibersihkan dari para ekstremis," tulis perempuan tersebut dalam chat WhatsApp, Senin (10/1). Wanita itu kemudian mengungkapkan lebih lanjut soal isu-isu radikalisme yang merusak aksi damai warga Kazakhstan menolak kenaikan bahan bakar gas cair elpiji.

"Orang-orang di wilayah barat Kazakstan menggelar aksi damai menuntut harga LPG yang lebih rendah. Kemudian ada pihak dari kota-kota yang berbeda datang mendukung demo," ujar salah satu warga. Perempuan itu melanjutkan, permintaan demo kemudian mengarah untuk mendesak reformasi politik di Kazakstan.

"Kemudian dengan berkedok pendemo, ekstremis masuk dan mulai menghancurkan segala sesuatunya yang mereka lalui," tulisnya lagi. "Pemerintahan (kabinet Perdana Menteri Askar Mamin) memilih mundur. Presiden kemudian mengumumkan dekrit status darurat nasional hingga 19 Januari," ia menambahkan.

Warga Almaty itu pun mengatakan kini Kazakstan ikut dijaga tentara gabungan dari Rusia, Belarusia, dan Armenia. "Mereka datang (ke Kazakstan) untuk menumpas kelompok-kelompok ekstremis (radikal)," ia menuturkan.

Perempuan itu kemudian menduga bahwa grup ekstremis itu berasal dari kelompok wahabi di Kazakhstan. Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti karena isu-isu yang beredar di kalangan warga di sana adalah kelompok wahabi radikal yang dikaitkan dengan perusuh di Kazakstan. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X