• Selasa, 4 Oktober 2022

Korut Krisis, Tentara Makin Banyak yang Melawan Komandan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 16:31 WIB
Ilustrasi - Militer Korea Utara.
Ilustrasi - Militer Korea Utara.

JAKARTA - Krisis pangan yang dialami Korea Utara membuat pembangkangan dalam tubuh militer negara itu kian meningkat. Korut di bawah pimpinan Kim Jong-un pun kini tengah berupaya membendung upaya pembangkangan yang terjadi dalam militer negara itu. Upaya ini dilakukan untuk menekan tren pemberontakan dalam militer.

Sebelumnya, ada seorang tentara Korut yang mengancam atasannya dengan senjata dan percobaan bunuh diri. Kejadian ini menjadi salah satu latar Korut mulai berupaya menekan pembangkangan di militer. Dalam tiga bulan terakhir di 2021, sebanyak sepuluh tentara melawan atasan mereka, kata seorang pejabat militer di Hamgyong Utara.

"Di akhir November, seorang perwira tingkat kompi dari Divisi ke-45 di bawah Korps ke-9 terus meminta izin atasan batalionnya untuk menyelesaikan masalah keluarga dan masalah kesehatannya sendiri, tetapi ketika ia diabaikan, ia melawan komandannya dengan senjata saat mabuk," kata sumber militer ini kepada Radio Free Asia pada 20 Desember.

"Bahkan pada awal bulan ini, di sebuah unit di bawah Korps ke-4, seorang perwira tingkat kompi memilih masalah personal dan meminta bantuan atasannya untuk menyelesaikan masalah itu," cerita sumber itu lagi. Namun saat seniornya mengabaikan permohonannya, ia melanjutkan, perwira kompi tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan kabel komunikasi di lehernya. Insiden ini disebut memalukan bagi komandan senior unit.

Sumber ini menyalahkan pembangkangan dan perpeloncoan yang meningkat di militer sebagai imbas stres karena ekonomi Korut semakin memburuk. Setelah insiden yang terjadi pada Korps-3, Biro Politik Umum atau politbiro Korut memerintahkan perwira tingkat tinggi untuk lebih memerhatikan masalah bawahan mereka. Aspek lain yang juga harus diperhatikan adalah mengidentifikasi perwira yang bermasalah dan bisa menyebabkan konflik di dalam unit mereka.

Di Pyongan Utara, otoritas tengah membentuk tim untuk menginvestigasi perpeloncoan yang semakin marak, tutur sumber keempat. "Perintah untuk memberantas perpeloncoan telah dikeluarkan berkali-kali, tetapi itu masih sering terjadi di antara para prajurit," kata sumber keempat.

"Pemukulan di militer semakin parah dalam akhir-akhir ini, dan masalah tersebut sangat berhubungan dengan kondisi kehidupan yang buruk bagi tentara mengingat pemberian pemerintah kepada mereka semakin berkurang," ujar sumber ini lagi. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X