• Jumat, 27 Mei 2022

Vaksin Booster Sinovac Disebut Ampuh Lawan Varian Omicron

- Senin, 20 Desember 2021 | 18:04 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Belum lama ini, sudah ada tiga kasus varian Omicron yang teridentifikasi di Indonesia. Meski vaksin COVID-19 masih cukup, tetapi vaksin booster tetap diperlukan untuk melawan varian ini. Lalu, seberapa ampuh vaksin Sinovac Omicron?

Pihak Pharmaniaga Bhd mengungkapkan berdasarkan data awal studi, suntikan booster vaksin Sinovac 94 persen ampuh melawan varian Omicron. Studi ini dilakukan oleh Sinovac Biotech Co Ltd, yang melibatkan dua strain varian baru dari Hong Kong.

Hasil penelitian
Hasil studi laboratorium menunjukkan bahwa saat booster vaksin Sinovac Omicron diuji, memberikan hasil yang memuaskan.

Sebesar 35 persen dari 20 sampel serum dari orang yang divaksinasi dua dosis vaksin Sinovac (7 dari 20 orang) memiliki antibodi penetral. Sementara 94 persen dari 48 sampel (45 dari 48 orang) yang menerima booster vaksin Sinovac positif memiliki antibodi penetral.

Saat ini, Pharmaniaga Bhd mengungkapkan pihak Sinovac tengah melanjutkan penelitian lebih jauh terkait vaksin yang meningkatkan antibodi. Hal ini dilakukan untuk mencapai evaluasi komprehensif dampak vaksin Sinovac Omicron.

Ini tentunya mendukung pernyataan direktur senior bisnis luar negeri Sinovac Biotech, Weining Meng. Ia mengatakan bahwa suntikan booster vaksin Sinovac yang diberikan pada interval 6-12 bulan usai dosis kedua memicu peningkatan yang kuat dalam respons imun

Peningkatan rata-rata geometrik titer (GMT) respons imun itu menjadi sekitar 140. Hal ini membuktikan bahwa booster memberikan respons imun yang lebih baik daripada dosis kedua.

"Selain itu, penelitian juga menunjukkan ketahanan antibodi yang lebih tinggi enam bulan dari dosis booster dibandingkan dengan dosis kedua, menunjukkan durasi perlindungan yang lebih lama dari COVID-19 dan varian baru," kata Meng yang dikutip dari The Edge Market, Senin (20/12/2021).

Bagaimana booster vaksin Sinovac di Indonesia?
Vaksin Sinovac menjadi salah satu vaksin Corona yang tengah diuji untuk vaksin booster. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin primer Sinovac data interimnya bisa diterima pada Januari 2022 mendatang.

"Jenis booster untuk primer Sinovac data interim imunogenisitas 28 hari pemberian vaksin booster diharapkan pertengahan Januari 2022 untuk mendapatkan data pemberian EUA (izin penggunaan darurat)," kata Kepala Badan POM, Penny Lukito dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12/2021). (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X