• Jumat, 27 Mei 2022

Vaksin Moderna Efektif Melawan Varian Virus Covid-19

- Kamis, 16 Desember 2021 | 13:17 WIB
Vaksin Moderna.
Vaksin Moderna.

JAKARTA - Penelitian Kaiser Permanente yang diterbitkan pada 15 Desember 2021 di The British Medical Journal menunjukkan 2 dosis vaksin Moderna COVID-19 sangat efektif melawan semua varian SARS-CoV-2; namun, efektivitas vaksin terhadap varian delta agak menurun seiring dengan bertambahnya waktu setelah vaksinasi.

"Kami melakukan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas tinggi dari vaksin 2 dosis Moderna COVID-19, tetapi karena varian delta menjadi dominan pada awal musim panas 2021, muncul pertanyaan tentang efektivitas terhadap varian lain," kata penulis utama studi tersebut, Katia Bruxvoort, Ph.D., seorang ajun investigator dengan Departemen Riset & Evaluasi Kaiser Permanente California Selatan.

"Studi ini mengonfirmasi efektivitas terhadap semua varian selama masa studi, meskipun kami menemukan penurunan efektivitas dari waktu ke waktu terhadap infeksi delta, dari efektivitas 94% dalam 2 bulan pertama setelah vaksinasi menjadi efektivitas 80% setelah 6 bulan. Perlindungan terhadap rawat inap karena untuk varian delta tetap tinggi pada efektivitas 98%."

Di Kaiser Permanente di California Selatan, pengujian diagnostik molekuler untuk SARS-CoV-2 diberikan gratis bagi anggota yang memintanya terlepas dari apakah mereka memiliki gejala COVID-19. Pengujian juga dilakukan sebelum masuk rumah sakit dan banyak prosedur medis. Mulai Maret 2021, Kaiser Permanente di California Selatan mulai mengirimkan spesimen positif SARS-CoV-2 dari orang yang bergejala dan tidak bergejala ke laboratorium yang dikontrak untuk pengurutan seluruh genom, seperti dikutip dari Medical Xpress, Kamis (16/12/2021).

Studi yang didanai Moderna ini melibatkan 8.153 orang yang dinyatakan positif SARS-CoV-2, dengan spesimen dikumpulkan dari 1 Maret hingga 27 Juli 2021. Di antara mereka, 91,3% tidak divaksinasi, 1,4% telah menerima 1 dosis Moderna COVID- 19 vaksin, dan 7,3% telah menerima 2 dosis vaksin Moderna COVID-19.

Varian diidentifikasi untuk 5.186 sampel tersebut; 39,4% adalah delta, 27,7% alfa, 11,4% epsilon, 6,9% gamma, 2,2% iota, 1,4% mu, dan 11,1% varian lainnya. Pada saat penelitian ini, varian omicron belum terdeteksi di wilayah California Selatan. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

X