AS Penyumbang Limbah Plastik Terbesar di Dunia

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:55 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Laporan tersebut menawarkan sejumlah langkah untuk mengatasi krisis—pertama di antaranya, mengurangi produksi plastik murni, misalnya dengan menetapkan batasan nasional.

Tindakan lain yang disarankan termasuk menggunakan bahan yang terdegradasi lebih cepat dan lebih mudah didaur ulang, pengurangan plastik sekali pakai tertentu, dan pengelolaan limbah yang lebih baik, seperti teknik menghilangkan mikroplastik dari air limbah.

Meningkatkan teknologi penangkapan limbah akan menghentikan plastik di saluran air, sementara membendung pembuangan plastik langsung ke laut itu sendiri juga tetap menjadi prioritas. Pengumpulan data juga merupakan prioritas penting, tambah laporan itu, yang menyerukan AS untuk membangun sistem pelacakan dan pemantauan untuk mengidentifikasi sumber limbah dan titik kumpulnya.

Para penulis menyerukan negara-negara untuk mengembangkan strategi nasionalnya selambat-lambatnya akhir tahun 2022. "Ini adalah laporan paling komprehensif dan memberatkan tentang polusi plastik yang pernah diterbitkan," kata Judith Enk, presiden organisasi nirlaba Beyond Plastics.

"Ini adalah kode merah untuk plastik di lautan dan mendokumentasikan bagaimana pembersihan sampah tidak akan menyelamatkan lautan," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa sangat mendesak bagi pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis untuk membaca laporan tersebut dan mengambil tindakan. (E-4)

Halaman:

Editor: editor4

Tags

Terkini

X