• Senin, 8 Agustus 2022

Akhir Tahun Ini Biden Setop Misi Tempur Militer AS di Irak

- Selasa, 27 Juli 2021 | 09:38 WIB
Presiden AS Joe Biden
Presiden AS Joe Biden

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa al-Kadhimi, menandatangani perjanjian yang secara resmi mengakhiri misi tempur AS di wilayah Irak pada akhir tahun ini. Perjanjian ini disepakati lebih dari 18 tahun setelah tentara AS dikirimkan ke Irak.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/7/2021), nyaris bersamaan dengan penarikan tentara AS dari Afghanistan pada akhir Agustus mendatang, Biden menuntaskan misi-misi tempur AS dalam dua perang yang dimulai pada era pemerintahan Presiden George W Bush.

Pada Senin (26/7/2021) waktu setempat, Biden dan Kadhimi bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, untuk melakukan pembicaraan empat mata pertama mereka sebagai bagian dari dialog strategis antara AS dan Irak.

Meski misi tempur diakhiri, militer AS masih akan melanjutkan kerja sama kontraterorisme dengan Irak.

"Peran kami di Irak akan ... tersedia, untuk terus melatih, membantu, menolong, dan menangani ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) saat kemunculannya, tapi kami tidak akan, pada akhir tahun, terlibat dalam misi tempur," tutur Biden kepada wartawan saat dirinya dan Kadhimi bertemu.

Saat ini disebut masih ada 2.500 tentara AS di Irak yang fokus melawan sisa-sisa militan ISIS. Peran AS di Irak akan bergeser sepenuhnya kepada pelatihan dan memberikan nasihat pada militer Irak untuk mempertahankan diri.

Pergeseran ini diperkirakan tidak akan berdampak besar karena AS sudah mulai menggerakkan fokus pada pelatihan tentara Irak.

Koalisi pimpinan AS menginvasi Irak pada Maret 2003 dengan didasarkan pada tuduhan bahwa pemerintahan mendiang Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Saddam telah dilengserkan dari kekuasaan, tapi senjata semacam itu tidak pernah ditemukan di Irak.

Beberapa tahun terakhir misi AS didominasi membantu untuk mengalahkan militan ISIS di Irak dan Suriah."Tidak akan ada yang menyatakan misi tercapai. Targetnya adalah kekalahan abadi ISIS," tegas seorang pejabat pemerintahan senior AS yang enggan disebut namanya, kepada wartawan setempat.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X