• Senin, 15 Agustus 2022

Protein Ini Mengelabui, Menjadikan Virus Corona Impoten

- Kamis, 1 April 2021 | 09:17 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sebuah protein umpan baru yang dirancang ilmuwan Northwestern Medicine mengelabui SARS-CoV-2 dengan cara mencegat lonjakan virus corona dan menjadikannya impoten.

Protein baru ini secara signifikan mengurangi kerusakan paru-paru dan hanya menghasilkan gejala ringan pada tikus yang terinfeksi SARS-CoV-2, sementara hewan yang tidak diobati dalam model ini semuanya menyerah pada infeksi tersebut.

"Kami membayangkan protein ACE2 yang dapat larut ini akan melemahkan upaya masuknya virus corona ke dalam sel-sel dalam tubuh terutama di sistem pernapasan dan, akibatnya, gejala serius yang terlihat pada COVID 19 yang parah," kata ketua peneliti Dr. Daniel Batlle, seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg dan seorang dokter Pengobatan Northwestern. 

"Kami telah mengubah penyakit yang mematikan menjadi penyakit paru-paru yang lebih ringan yang sepenuhnya dapat disembuhkan. Protein tersebut dapat melengkapi pengobatan potensial lainnya atau efektif secara sendiri."

Protein tersebut adalah varian ACE2 (angiotensin converting enzyme-2), reseptor yang digunakan virus corona untuk masuk dan menginfeksi sel manusia. Protein yang dimodifikasi memotong lonjakan S dari virus corona dan mengelabuinya dengan mengikatnya daripada mengikat reseptor ACE2 yang sebenarnya di membran sel.

Studi ini adalah bukti pertama dari konsep bahwa protein ACE2 manusia yang dapat larut efektif secara in vivo dalam studi praklinis menggunakan model hewan yang sesuai. Varian protein ACE2 terlarut yang dikembangkan oleh Batlle dan rekannya mengikat dengan baik pada virus corona dan telah ditingkatkan sehingga efektif selama berhari-hari.

"Meskipun vaksinasi secara luas adalah cara terbaik untuk memerangi pandemi COVID-19, akan selalu ada kebutuhan untuk perawatan orang-orang yang tidak divaksinasi atau yang vaksinnya tidak sepenuhnya efektif," kata Batlle, seperti dikutip dari Northwestern University, Kamis (1/4/2021).

Studi ini masih pracetak, yang berarti temuan ini harus dianggap sebagai awal sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review. Para penyelidik menguji protein tersebut dalam model tikus yang dimodifikasi secara genetik, karena hewan pengerat normal resisten terhadap infeksi virus corona yang menyebabkan COVID-19. Mouse ACE2 tidak mengikat virus corona. Namun tikus transgenik dapat terinfeksi virus corona, karena selain ACE2 darii tikusnya sendiri, juga terdapat ACE2 manusia di jaringannya.

Laboratorium Batlle telah mempelajari ACE2 selama bertahun-tahun sebagai bagian dari pengobatan potensial untuk penyakit ginjal. Batlle dan rekan penulis studi Dr. Jan Wysocki, asisten profesor kedokteran di Feinberg, memiliki varian ACE2 novel rekayasa hayati yang dilisensikan ke Universitas Northwestern. Mereka percaya varian tersebut dapat diadaptasi untuk terapi COVID-19 dengan mencegat virus corona dan mencegahnya menempel pada reseptor ACE2 alami di membran sel.

Halaman:

Editor: editor4

Tags

Terkini

X