• Kamis, 11 Agustus 2022

Kepada Biden, Xi Tegaskan Taiwan, Hong Kong, Xinjiang Urusan China

- Kamis, 11 Februari 2021 | 13:56 WIB
Presiden AS Joe Biden (kiri) saat masih menjadi Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 2011.
Presiden AS Joe Biden (kiri) saat masih menjadi Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 2011.

BEIJING - Dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Kamis (11/2/2021) pagi waktu Beijing, Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa persoalan Taiwan dan isu-isu menyangkut Hong Kong dan Xinjiang merupakan urusan internal negaranya.

Persoalan tersebut merupakan bagian dan kedaulatan dan integritas teritorial China sehingga sudah seharusnya pihak AS menghormati kepentingan China, demikian Xi.

Ia juga menekankan bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak pasti ini, China dan AS memikul tanggung jawab bersama sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kedua belah pihak, lanjut pucuk pimpinan Partai Komunis China (CPC) itu, harus bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik dan mendukung perdamaian dunia.

Xi menggarisbawahi bahwa restorasi dan peningkatan hubungan China-AS menjadi sangat penting dalam pembangunan internasional selama lebih dari setengah abad.

Meskipun penuh liku, Xi menambahkan bahwa hubungan kedua negara harus tetap ditingkatkan guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua negara dan berkontribusi di dunia global.

Xi menekankan bahwa China dan AS justru mendapatkan manfaat melalui kerja sama dan mengalami kerugian dengan berkonfrontasi.

Hanya kerja sama menjadi pilihan terbaik bagi kedua negara, demikian Xi sebagaimana rilis yang diterima Antara Beijing."Anda tadi mengatakan bahwa Amerika dapat mendefinisikan satu kata: 'posibilitas'. Kami berharap posibilitas akan menjadi poin penting dalam meningkatkan relasi China-AS," ujar Xi yang juga pemimpin tertinggi Komisi Militer Pusat China (CMC) itu.

Pada saat Biden menjabat Wakil Presiden dari Barack Obama, Xi sempat bertemu. Namun percakapan telepon pada Kamis pagi itu merupakan yang pertama kalinya bagi kedua pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia itu bisa berbicara satu sama lain sejak Biden dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X