• Kamis, 7 Juli 2022

Pengunjuk Rasa Hong Kong Bentrok dengan Polisi di Stasiun MRT

- Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:29 WIB
Pendemo Hong Kong berusaha menguasai Stasiun MRT Yuen Long.
Pendemo Hong Kong berusaha menguasai Stasiun MRT Yuen Long.

HONG KONG - Setelah sempat berjalan damai selama akhir pekan lalu, unjuk rasa di Hong Kong kembali ricuh pada Rabu (21/8/2019), ketika ratusan demonstran dilaporkan terlibat bentrok dengan polisi di stasiun Mass Transit Railway (MTR) di Yuen Long.

Kali ini, para pedemo menuntut polisi menindak massa berkaus putih yang sempat menyerang warga pendukung demo anti-pemerintah di stasiun itu pada 21 Juli lalu hingga melukai puluhan orang.

Para demonstran terlihat memegang plakat-plakat dan slogan bertuliskan "Tidak ada massa kaus putih yang didakwa sejak serangan brutal di Stasiun Yuen Long pada 21 Juli lalu."

Sekelompok massa dengan masker wajah saling sikut dengan polisi. Beberapa dari mereka bahkan menyemprotkan alat pemadam api ke arah aparat dan melemparkan tabungnya ke polisi yang mencoba masuk stasiun.

Di sisi stasiun lainnya, sekelompok pedemo menumpahkan minyak goreng ke lantai untuk mencegah polisi masuk, sementara itu sejumlah massa lainnya memblokade gerbang keluar dan menutup jalan-jalan menuju stasiun itu.

Aparat kepolisian juga menjadi target laser hijau dan umpatan-umpatan kasar yang dilontarkan para pedemo.

Channel NewsAsia melaporkan, para pedemo itu diduga menargetkan penumpang yang tidak mendukung massa demonstrasi.

Melalui pengeras suara yang dipasang di stasiun, pedemo mengecam polisi dan ketidakmampuan aparat menindak kekerasan yang melukai 45 orang itu."Mereka hanya pergi begitu saja. Polisi macam apa ini?" ucap seorang perempuan yang ikut berdemo pada Rabu malam.

Mengenakan pakaian serba hitam, para pemrotes duduk di koridor masuk dan keluar stasiun. Beberapa dari pedemo juga memegang slogan bertuliskan "Bebaskan Hong Kong" dan seruan untuk menindak para penyerang pendukung demonstrasi.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X