• Kamis, 11 Agustus 2022

Enam WNI Berada di Lokasi Penembakan Masjid di Selandia Baru

- Jumat, 15 Maret 2019 | 12:45 WIB
Petugas mengevakuasi korban penembakan di masjid di Selandia Baru.
Petugas mengevakuasi korban penembakan di masjid di Selandia Baru.

JAKARTA - Enam warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan berada di Masjid Al Noor saat penembakan terjadi di tempat ibadah di pusat Kota Christchurch, Selandia Baru, tersebut pada Jumat (15/3/2019) siang.

"Sejauh ini kami dapat laporan ada enam WNI yang berada di masjid tersebut saat penembakan terjadi," ucap Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Tantowi mengatakan ia mendapatkan laporan itu dari seorang mahasiswa Indonesia yang tengah beribadah di masjid tersebut saat insiden terjadi. Mahasiswa tersebut melapor kepadanya melalui telepon.

Dia bersama dua rekannya yang juga WNI mengaku berhasil kabur dan bersembunyi di sebuah rumah warga di dekat lokasi kejadian."Mahasiswa itu menelepon. Dia mengabarkan bahwa dia melihat ada tiga WNI lain yang masih salat di masjid, tapi tidak tahu keadaannya sekarang," kata Tantowi seperti dikutip cnnindonesia.com.

Hingga saat ini, KBRI masih berupaya menghubungi tiga WNI yang diduga terjebak di dalam masjid. Meski begitu, Tantowi memastikan sejauh ini KBRI belum mendapat laporan ada WNI yang menjadi korban dalam penembakan tersebut.

Tantowi menyatakan KBRI terus berupaya memantau perkembangan terkini terkait situasi dan kondisi di lokasi kejadian.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 331 WNI tinggal di Christchurch, 134 orang di antaranya merupakan mahasiswa.

Tantowi mengatakan KBRI juga telah mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia mengecam keras penembakan tersebut. Melalui pernyataan, Retno juga mengungkapkan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga korban.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X