• Sabtu, 30 September 2023

PM Li Qiang Puji Masa Depan Gemilang Kemitraan Indonesia, Usulkan Kerja Sama Strategis Lebih Tinggi

- Senin, 18 September 2023 | 16:49 WIB
Wapres Ma'ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China Li Qiang di kota Nanning, provinsi Guangxi, China pada Sabtu 16 September 2023. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Wapres Ma'ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China Li Qiang di kota Nanning, provinsi Guangxi, China pada Sabtu 16 September 2023. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

SINAR HARAPAN - PERDANA Menteri (PM) China Li Qiang memuji masa depan gemilang kemitraan Indonesia dan China saat ini hingga masa mendatang.

"Saya juga merasakan masa depan yang gemilang. Perjalanan saya dan kunjungan saya di Indonesia (pekan lalu) sangat lancar dan juga saya merasakan gemilangnya kemitraan dan kerja sama Indonesia dan China di masa depan," kata PM China Li Qiang di Liyuan Resort, kota Nanning, provinsi Guangxi, China pada Sabtu.

PM Li Qiang menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Maruf Amin menjelang pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2023 yang diselenggarakan pada 16-19 September 2023.

Baca Juga: 4 Universitas di Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama dengan 4 Universitas Thailand

"Minggu lalu saya baru saja mengunjungi Indonesia dan menyaksikan perkembangan Indonesia dengan mata saya sendiri," ungkap PM Li.

PM Li Qiang  pada 5-8 September 2023 baru saja berkunjung ke Indonesia untuk sejumlah agenda termasuk untuk menghadiri Pertemuan Pemimpin untuk Kerja Sama Asia Timur (KTT ke-18 Asia Timur) pada 6 September 2023.

"Pak Wapres selama ini berupaya untuk mendorong persahabatan dan kerja sama Tiongkok - Indonesia, berkontribusi besar dalam 'people to people contacts' antara kedua negara khususnya di bidang keagamaan," tambah PM Li.

Baca Juga: Luhut sebut PM China puas dengan kualitas kereta cepat Jakarta-Bandung

Menurut  Li Qiang,  sekitar satu bulan yang lalu Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi bertemu di Chengdu

"Mereka sepakat akan membangun komunitas senasib sepenanggunggan Indonesia menjadi nyata. Inilah arahan mereka mengenai tujuan perkembangan Indonesia," ungkap PM Li.

China, kata Li Qiang, berupaya dengan Indonesia agar kedua negara melakukan kerja sama strategis yang lebih tinggi untuk memajukan modernisasi dan meningkatkan kesejahteraan kedua negara.

Baca Juga: PM China Li Keqiang Konfirmasi Tahun Terakhir Menjabat

Hadir mendampingi PM Li pada pertemuan tersebut Direktur Kantor Perdana Menteri Kang Xuping, Presiden Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok Ren Hongbin, Gubernur Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang Lan Tianli, Menteri Perdagangan Wang Wentao, Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Zheng Zhajie, Direktur Kantor Riset Dewan Negara, Wakil Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu serta Deputi Sekretaris Jenderal Dewan Negara Liu Jianbo. 

Sementara Wapres Ma'ruf Amin didampingi oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, Deputi Bidang Administrasi Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi dan Birokrasi M. Nasir, Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, serta Konsul Jenderal RI Guangzhou Ben Perkasa Drajat.

PM Li Qiang pada 6 September 2023 juga telah menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: PM China Dijadwalkan Bertemu Jokowi-JK

Kemudian pada 8 September 2023,  Li Qiang bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan kedua pemimpin pemerintahan itu menghasilkan enam kesepakatan dan kerja sama antara lain dalam bidang "e-commerce" dan pertanian.

Secara khusus, di bidang infrastruktur, dibicarakan hasil inspeksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang memuaskan.

Baca Juga: PM China Akan Kunjungi Indonesia

Namun isu soal pembengkakan biaya (cost overrun) dapat diselesaikan segera serta kerja sama tata kota pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berkiblat pada kota Shenzhen.

Di bidang perdagangan, Indonesia meminta agar produk pertanian seperti sarang burung walet dan durian plus bisa ditingkatkan ke China.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Akhir Pahit Etnis Armenia di Nagorno-Karabakh

Jumat, 29 September 2023 | 07:15 WIB
X