Amien Rais Sebut Jokowi Dibantu PNS Bermain Politik Uang

Selasa , 12 Maret 2019 | 15:20
Amien Rais Sebut Jokowi Dibantu PNS Bermain Politik Uang
Sumber Foto Satryo Yudhantoko
Amien Rais

JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuduh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermain politik uang di Pemilu Serentak 2019. Ia menyebut Jokowi dibantu Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk melakukan hal tersebut.

Amien menyampaikan anggapannya tersebut dalam Diskusi Publik bertajuk "Tolak Money Politik" di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Ia menyebut politik uang yang ada di pemilu 2019 ini terjadi di tataran petinggi negara. Hal tersebut berakibat pada kiamat kecil atau kehancuran."Negara kita apa yang tidak uang? Kalau uang menyentuh ke Bupati, Walikota, mungkin damage controlnya masih mudah. Untuk membatasi kehancuran itu lebih mudah, tapi kalau kena pucuk negara kiamat kecil," katanya.

Di Pemilu 2014, lanjut Amin, awal lahirnya politik uang yang dilakukan oleh pimpinan negara saat ini. Dia mengutip kesaksian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan bahwa kemenangan Jokowi di Pemilu 2014 lalu adalah berkat para pengusaha lahan, atau para pengembang.

"Kita masih ingat ketika Ahok saat briefing dengan Pemda Jakarta. Saat itu Ahok bilang Jokowi menang karena pengembang," ujarnya.

Lebih lanjut, Amien menegaskan kesaksian Ahok dengan kasus kebakaran lahan luar biasa di Indonesia pada 2015. "Saya ingat waktu kebakaran lahan yang luar biasa tahun 2015. Pak Jokowi mengatakan harus bawa ke meja hijau. Lalu kemudian para pengembang yang memenangkan itu ke istana mengatakan apa tidak lupa siapa yang memenangkan bapak. Jadi ini sudah lanjut ke sel-sel unsur yang ada di atas," dia mengungkapkan.

Tak sampai di situ, Amien pun menyebutkan perilaku money politik kubu petahana yang ikut memerankan PNS. "Cara paling gampang untuk menaklukan pemilih apalagi dengan uang beserta keponakannya (sembako, segala macam). Oleh karena itu sesungguhnya saya berbeda dari kebanyakan teman. Kubu 01 sudah masuk ke desa bahkan dikawal oleh baju coklat pak," katanya.

Menurutnya, perilaku kubu lawannya itu malah membawanya kepada kekalahan. Sebab, pasangan capres-cawapres 02 yang ia usung, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, diakuinya, tidak memiliki kemampuan untuk melakukan money politik."Jika dibandingkan 01 itu Prabowo-Sandi cekak uangnya, tidak punya media mainstream, tidak punya dukungan asing, tidak punya dukungan apa apa. Tapi sepertinya insyaallah yang menang yang ditentukan oleh Allah," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load