Isu Ekonomi, Peluang Prabowo Ungguli Jokowi di Pilpres 2019

Kamis , 07 Maret 2019 | 16:45
Isu Ekonomi, Peluang Prabowo Ungguli Jokowi di Pilpres 2019
Sumber Foto Dok/Ist
Jokowi dan Prabowo Subianto
POPULER

JAKARTA - Direktur Lembaga Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memaparkan hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres Pemilu 2019 dari kacamata isu ekonomi. Dalam survei tersebut dibahas isu ekonomi yabg digunakan dua pasangan capres-cawapres dalam pengaruhnya pada kondisi ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa capres petahana Joko Widodo yang cendrung mengungguli pembangunan infrastrukturnya, tidak berpengaruh efektif terhadap perolehan suaranya di Pilpres 2019."Ini karena adanya persepsi publik soal ekonomi yang belum membaik dan meningkatnya harga kebutuhan pokok," kata Igor di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Salah satu bukti dari lemahnya isu ekonomi yang digaungkan Jokowi itu ialah ketika belakangan ia memunculkan isu pengadaan 3 kartu sakti baru."Itu menunjukan bahwa ada kegagalan pembangunan infrasfruktur, yang walaupun itu penting tapi tidak menunjukan pertumbuhan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Berbeda hal dengan Prabowo. Menurut Igor, Prabowo sejak awal kampanyenya selalu berpeluang tinggi untuk disukai oleh masyarakat. Sebab, isu ekonomi yang digaungkannya lebih menyentuh ekonomi paling dasar yang sangat dirasakan masyarakat.

"Jawaban-jawaban seperti itu menciptakan momentum bagi kompetitornya yaitu 02 untuk mengejar ketertinggalannya. Karena ada identifikasi yang sama antara yang diharapkan masyarakat, seperti perbaikan ekonomi yang lebih dominan ketimbang apa yang dilakukan pemerintah saat ini," dia menyebutkan.

Contoh nyata lain yang juga digaungkan cawapres 02, Sandiaga Uno terkait kebutuhan ekonomi mendasar bagi masyarakat saat ini."Misalnya apa yang disampaikan cawapres Sandi yang mengatakan tentang Unicorp. Yang dia katakan akan membuat yang sama seperti unicorn Jokowi, tapi berdasarkan basis koperasi sebagai soko buruh perekonomian indonesia," dia menambahkan.

Dalam hasil survei SPIN yang dipaparkannya, persoalan lapangan kerja dan pengangguran menjadi perhatian responden sebanyak 68 persen, disusul persepsi masyarakat terkait naiknya harga-harga kebutuhan pokok sebabyak 64 persen, serta angka korupsi yang setinggi 52 persen.

Survei SPIN ini melibatkan 1.213 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan multistage random sampling dengan kemungkinan margin of errornya sebesar 3 persen. Adapun tingkat kepercayaan survei ini disebutkan sebesar 95 persen.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load