JK: Setop Salahkan Pemerintah Soal Andi Arief

Selasa , 05 Maret 2019 | 20:20
JK: Setop Salahkan Pemerintah Soal Andi Arief
Sumber Foto Dok/Ist
Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) meminta tidak ada pihak yang menyalahkan pemerintah terkait kasus narkotika yang menjerat politikus Demokrat Andi Arief.

Seperti diketahui, sebelumnya tudingan tersebut dilontarkan politikus Gerindra Arief Pouyono yang menyebut pemerintah Joko Widodo gagal memberantas narkotika.

Menurut JK, tudingan Arief itu tidak lebih dari strategi, mengingat Gerindra berkoalisi dengan Demokrat dalam Pilpres 2019.

"Itu kan permainan kata-kata saja. Masing-masing itu membela pihaknya. Tapi yang jelas yang tidak dapat dibantah Andi Arief ditangkap, sudah. Itu kan masalah hukum, jangan salah-salahin lagi pemerintah," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

JK mengatakan penangkapan Andi justru menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam memberantas kasus narkotika. Pemberantasan kasus ini, kata dia, sejak lama telah menjadi kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Justru kita tahu ada narkoba, sehingga ada BNN yang tugasnya menangkap orang. Karena itu kita ada BNN, kalau pemerintah pura-pura tidak tahu ya tidak mendirikan BNN," katanya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Pouyono menilai Andi hanya jadi korban kegagalan pemerintah Jokowi dalam pemberantasan narkotika di Indonesia."Peredaran narkoba bukannya makin menurun malah makin banyak di era Joko Widodo dan makin mengancam generasi Indonesia," katanya.

Menurut JK, penangkapan Andi tak perlu dipolitisasi karena hal tersebut dinilai bukan cara untuk menyembuhkan Wasekjen Demokrat itu.

Belakangan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga menyampaikan pandangan serupa. Dia menyebut kasus yang menyeret nama Andi Arief memperlihatkan kemudahan masyarakat untuk memperoleh narkoba. Fadli menilai pemerintah seharusnya lebih serius dalam melakukan upaya pemberantasan narkoba.

Sebelumnya, Andi Arief ditangkap pada Minggu (3/3) pada pukul 19.30 WIB di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat karena penggunaan narkoba.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load