JK: Pembebasan Abu Bakar Ba‘asyir Masih Dikaji

Selasa , 22 Januari 2019 | 16:25
JK: Pembebasan Abu Bakar Ba‘asyir Masih Dikaji
Sumber Foto bisnis.com
Jusuf Kalla

JAKARTA - Rencana pembebasan Abu Bakar Ba'asyir juga dikomentari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Ia mengatakan, pemerintah masih mengkaji lagi rencana pembebasan terpidana kasus terorisme itu. Salah satunya menyangkut pertimbangan agar aspek hukum terpenuhi.

JK menyatakan hal itu di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019)."Ini pembahasan (pembebasan Ba'asyir), kalau tidak memenuhi aspek-aspek hukum tentu yang minimal itu agak sulit juga, nanti kemudian hari orang gugat," katanya.

Menurut dia, pertimbangan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir dilakukan pemerintah karena faktor umur dan kesehatan. Pemerintah sedang mengkaji sejumlah aspek hukum, termasuk syarat Ba'asyir berikrar setia kepada Negara Kesatuan Rerpublik Indonesia (NKRI).

"Hanya kemanusiaan, karena itu umur dan sakit. Jadi umur 80 tahun pada saat kemudian juga kesehatan tidak kuat. Tapi ini sekarang masih dikaji aspek hukumnya dan kesediaan beliau untuk memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan, taat kepada NKRI dan sebagainya. Itu syarat-syarat yang biasa-biasa saja sebenarnya," tuturnya.

JK mengungkapkan syarat kepada Ba'asyir untuk bebas biasa dilakukan. Sama halnya ketika presiden hendak memberikan grasi kepada seseorang."Begitu juga kalau seperti orang grasi, begitu," katanya.

Karena itu, ditegaskan JK, pemerintah tidak akan membuat aturan khusus kepada Ba'asyir untuk bebas."Tidak mungkin satu orang kemudian dibikinkan peraturan untuk satu orang, tidak bisalah. Harus bersifat umum peraturan itu," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load