Gerindra Hargai Deklarasi Prabowo-Puan

Selasa , 30 November 2021 | 13:02
Gerindra Hargai Deklarasi Prabowo-Puan
Sumber Foto dok/Instagram Puan Maharani
Megawati, Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

JAKARTA - Partai Gerindra merespons positif deklarasi dukungan untuk Prabowo Subianto dan Puan Maharani maju sebagai pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2024. Seluruh kader Gerindra siap mengamankan pencapresan Prabowo pada 2024.

"Seluruh kader Gerindra tegak lurus, siap mengamankan pencapresan Pak Prabowo tahun 2024 mendatang," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Gerindra menghargai dukungan terhadap pencapresan sang ketua umum. "Kami tentu menghargai setiap elemen masyarakat yang mendukung pencalonan Pak Prabowo. Soal pasangan cawapres Pak Prabowo belum bisa ditentukan sekarang, karena kami masih fokus maksimalkan kerja beliau di kabinet," sebut Habiburokhman.

"Deklarasi mendukung capres-cawapres adalah hak konstitusional semua warga negara yang harus kita hormati," ujar Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu.

Sebelumnya, dukungan untuk Prabowo-Puan maju sebagai pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024 menggema di Tangerang Selatan. Dukungan tersebut dideklarasikan oleh Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan.

Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Andianto, menilai dua politikus papan atas itu adalah pasangan ideal. Mereka kini memikirkan cara agar Prabowo-Puan bisa diusung.

"Pasangan presiden dan calon presiden yang rating-nya dan elektabilitasnya paling tinggi adalah pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Tapi, menurut kami, hal yang paling rasional dalam politik adalah bagaimana bisa diusung oleh parpol sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku," ujar Kordinator Dewan Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Andianto, kepada wartawan di Tangerang Selatan, Senin (29/11/2021).

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya juga berbicara mengenai kepentingan partai pada Pemilu 2024. Muzani menyatakan keinginan Gerindra bekerja sama dengan PDIP, seperti pada Pemilu 2009.

"Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat, sehingga selalu menang dalam setiap pemilu. Kita pernah mengalami fase naik turun dalam hubungan dengan PDIP," tutur Muzani, seperti dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

"Kita pernah bekerja sama pada 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dan ke depan kita ingin bekerja sama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," imbuhnya.(*)

 



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load