Jokowi Menang Jika Pilpres 2019 Diikuti Dua Poros

Minggu , 25 Maret 2018 | 15:33
Jokowi Menang Jika Pilpres 2019 Diikuti Dua Poros
Sumber Foto satryo yudhantoko
Heru Budianto

JAKARTA – Jika pemilihan presiden (pilpres) 2019 hanya diikuti dua calon presiden (capres) maka kemungkinan besar Joko Widodo (Jokowi) bakal terpilih kembali sebagai presiden. Pendapat itu disampaikan  oleh Direktur Eksekutif Political Communication (PolComm) Institute, Heru Budianto di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya, jika ada poros ketiga maka perolehan suara akan terpecah. Itu akan menyulitkan Jokowi.  “Kalau misalkan dua pasang maka peluang Jokowi untuk menang itu besar. Itu kalau dua pasang. Tapi partai-partai yang menantang atau mengusung penantangnya Jokowi. Katakanlah itu Prabowo, juga memiliki peluang untuk mendapatkan suara yang lebih besar dan itu terbuka untuk mereka. Karena, distribusi suara dari pemilih-pemilih yang tidak suka pada Jokowi akan lari ke partai-partai yang dari penantang Jokowi,” ujarnya.

Ia juga menilai bila muncul tiga pasangan di Pilpres 2019 mendatang maka justru partai-partai akan diuntungkan. Karena, pemilih masing-masing partai akan terkonsentrasi dengan partai yang dipilihnya. Artinya untuk suara partai lebih aman dan tenang. Tapi dari segi pertarungan presidennya, keadaan seperti ini yang akan membuat Jokowi mungkin akan kesulitan dalam pertarungan jangka pendek.

“Melihat tren hasil survei, saya mengatakan tingkat elektabilitas Jokowi masih rawan. Tingkat rawannya 51 persen top of mind dari margin errornya tadi. Artinya masih ada peluang di bawah 50 persen. Nah, kalau tiga pasang distribusi suara akan menyebar dan akan sedikit kesulitan. Nah ini yang membedakan. Jadi masing-masing itu memiliki kelebihan bagi partai politik kalau dua pasang dan memiliki keuntungan bagi partai politik kalau tiga pasang,” dia menambahkan.

Dari hasil survei yang ditunjukkan PolComm terdapat tiga partai pengusung yang akan membentuk poros ketiga yang diantaranya Partai Demokrat, PAN dan PKB. (satryo yudhantoko)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load