Bendera RI Tidak Boleh Dikibarkan, Kemenpora Bentuk Tim

Senin , 18 Oktober 2021 | 16:46
Bendera RI Tidak Boleh Dikibarkan, Kemenpora Bentuk Tim
Sumber Foto SINDONews.com
Menpora Zainuddin Amali

JAKARTA--Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengambil langkah cepat sehubungan dengan sanksi WADA (World Anti-Dopping Agency) terhadap LADI (Lembaga Antidoping Indonesia).

Hal ini menyusul sanksi pertama yang diterapkan WADA saat Tim Bulutangkis Putera Indonesia mejuarai Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10/2021). Dimana Sang Saka Merah Putih tidak diperbolehkan untuk berkibar saat upacara penghormatan pemenang.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali pun memastikan bahwa pemerintah tidak menganggap remeh masalah sanksi ini, sehingga Tim Bulutangkis Indonesia yang berjuang di Piala Thomas harus mengalaminya.

“Kami tidak menganggap remeh, ini hal serius. Waktu saya sampaikan beberapa waktu lalu berdasarkan laporan yang saya terima hanya masalah TDP, jadi setelah kita klarifikasi seharusnya sudah tidak ada masalah,” ujar Menpora Amali dalam keterangannya secara virtual, Senin (18/10/2021).

Perihal teguran ketidak-taatan TDP (Tes Doping Plan) Indonesia sebelumnya sudah diklarifikasi oleh Kemenpora RI dan mendapatkan respon baik dari WADA. Namun masalahnya tidak sesederhana itu, karena nyatanya ada pending matters dari kepengurusan lama yang juga perlu diselesaikan.

“Ternyata hari ini saya pukul 10.00 rakor internal bersama NOC dan LADI baru diketahui ada pending matters sehubungan dengan kepengurusan lama yang harus diselesaikan, jadi ada transisinya tidak cepat,” sambung Menpora.

Sanksi WADA terhadap LADI tentu tidak dapat dibiarkan oleh Kemenpora begitu saja, karena dampak dari sanksi ini dapat berimbas secara kenegaraan. Oleh karenanya, Menpora dalam rakor internal yang dihadiri oleh Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan Sekjen LADI Dessy Rosmelita langsung membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi.

Ketua NOC Indonesia pun dipilih sebagai Ketua Tim Akselerasi dan Investigasi dengan anggota Sekjen NOC bersama dua orang perwakilan dari LADI, perwakilan sejumlah cabang olahraga terutama yang akan segera menggelar atau mengikuti agenda internasional serta perwakilan dari Kemenpora.

“Melalui rakor internal pagi ini, saya bentuk Tim yang diketuai Pak Okto (Raja Sapta Oktohari), dengan dua tugas yakni akselerasi percepatan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sangsi. Tugas yang kedua investigasi, guna mencari apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambah Menpora.

Menpora dalam hal ini juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara, untuk melaporkan langkah – langkah yang diambil dalam waktu dekat agar dapat segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Selanjutnya Tim segera bekerja untuk dua tugas tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada saya selaku Menpora, serta saya sudah berkomunikasi dengan Mensesneg menyampaikan langkah-langkah yang kami ambil,” kata Menpora Amali.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load