Ketua MPR: Usut Tuntas Kasus Penyerangan Tokoh Agama

Jumat , 24 September 2021 | 13:38
Ketua MPR: Usut Tuntas Kasus Penyerangan Tokoh Agama
Sumber Foto dok/Humas MPR
Ketua MPR Bambang Soesatyo

JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta aparat kepolisian menindaklanjuti dan mengusut tuntas kejadian penyerangan oleh orang atau sekelompok terhadap tokoh agama agar terungkap pelaku serta motifnya.

"Saya mengutuk keras atas penyerangan oleh orang atau sekelompok orang terhadap masyarakat, khususnya tokoh agama. Meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mengusut tuntas kasus ini secara hukum yang berlaku, siapa pun pelakunya dan apa pun motifnya," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Hal itu terkait dengan penyerangan yang dialami tokoh agama, kasus terbaru terjadi penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang, Minggu (19/9/2021). Berikutnya, terjadi penyerangan terhadap ustaz saat menyampaikan ceramah di sebuah masjid di Batam, Senin (20/9/2021).

Bamsoet mengatakan bahwa pengusutan kasus tersebut untuk menghilangkan prasangka serta kecurigaan publik yang negatif sekaligus memberikan rasa aman bagi tokoh agama dalam menyampaikan ceramah.

Ia juga meminta Polri dapat mengungkap kasus tersebut secara transparan agar menciptakan rasa keadilan karena kasus penyerangan terhadap tokoh agama/ulama selama ini selalu mengaitkannya dengan kondisi kejiwaan pelaku.

"Untuk itu, kasus penyerangan yang menyasar tokoh agama ini tentu tidak lepas dari sebab musabab atau conditio sine qua non," ujarnya.

Bamsoet meminta komitmen pemerintah dan aparat untuk dapat memastikan agar peristiwa yang sama tidak terulang karena penting agar para tokoh agama mendapat kepastian keamanan ketika beribadah, menyampaikan tausiah, dan tidak memancing umat beragama merasa diadu domba.

Ketua MPR mengimbau seluruh tokoh agama untuk menyampaikan kepada jemaahnya agar tidak terpancing emosi dan menyampaikan pesan keagamaan yang ramah di tengah kemajemukan, kemanusiaan, kemajuan, dan keindonesiaan.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load