DPR Apresiasi Kinerja Kejagung Tangkap 110 DPO

Jumat , 24 September 2021 | 13:11
DPR Apresiasi Kinerja Kejagung Tangkap 110 DPO
Sumber Foto dok/ist
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berhasil meringkus 110 orang tersangka, terpidana, ataupun terdakwa yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Apresiasi yang luar biasa kepada kejaksaan atas kerja kerasnya mampu menangkap 110 orang yang berstatus DPO tersebut. Kejaksaan telah menepati janjinya untuk terus mengejar para DPO dan menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan serius," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Ia menjelaskan bahwa Komisi III DPR selalu membahas terkait dengan persoalan DPO tersebut dan meminta kejaksaan terus mengejar para buronan.

Menurut dia, hal tersebut terbukti bahwa kejaksaan menepati janji-janjinya untuk menangkap para buron."Kalau pada tahun lalu berhasil menangkap sekitar 140 orang dalam 1 tahun penuh, sekarang sudah mencapai lebih dari 100 hanya dalam kurun waktu 8 bulan. Ini hebat sekali," ujarnya.

Sahroni juga meminta kejaksaan fokus meningkatkan kemajuan teknologi untuk membantu melacak para buronan yang belum tertangkap.

Selain itu, kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum di dalam maupun luar negeri juga perlu terus ditingkatkan agar upaya pengejaran DPO makin maksimal."Kejagung harus tetap konsisten mengejar buronan lain yang memang masih sulit diketahui lokasinya atau masih berkeliaran di luar negeri," katanya.

Menurut dia, pengejaran DPO tersebut dapat diatasi dengan fokus memanfaatkan kemajuan teknologi sekaligus kerja sama dengan lembaga hukum di dalam maupun luar negeri.

Sahroni menyakini dengan pemanfaatan teknologi tersebut, kejaksaan akan makin dimudahkan dalam melacak para buronan tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen M. Sunarta mengatakan bahwa lembaganya selama Januari hingga Agustus 2021 berhasil meringkus lebih dari 100 orang tersangka, terpidana, ataupun terdakwa yang masuk DPO atau buronan.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut berkat dari Adhyaksa Monitoring Center (AMC) untuk melacak buronan-buronan tersebut.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load