BIN: Tak Ada Paksaan Pilih Presiden dan Wapres

Selasa , 20 November 2018 | 19:33
BIN: Tak Ada Paksaan Pilih Presiden dan Wapres
Sumber Foto satryo yudhantoko
Wawan Hari Purwanto

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memberi klarifikasi terkait isu penyuapan organisasi mahasiswa yang dilakukan Kepala BIN Budi Gunawan.

Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto menyebut bahwa pihaknya tidak memaksa pihak-pihak tertentu dalam menentukan pilihan politik dalam pemilu presiden 2019 mendatang.

"Tidak ada paksaan dalam menentukan pilihan tersebut. BIN membebaskan seluruh ormas untuk menyelenggarakan deklarasi ataupun kampanye selama tidak melanggar undang-undang," ujar Wawan dalam konferensi pers terkait "Pemberitaan 41 Masjid Pemerintah Terpapar Radikal" di Restauran Sate Pancoran, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

Ia juga tidak menampik maraknya deklarasi dukungan ormas-ormas di Indonesia ke salah satu pasangan capres-cawapres. "Deklarasi itu tumbuh atas simpati masyarakat terhadap pilihan atas dukungan capres cawapres masing-masing," katanya.

Kendati demikian, BIN mengimbau kepada seluruh ormas dan relawan yang mendukung pasangan capres-cawapres agar tetap berlaku sesuai aturan yang ada. "Ormas bebas menyuarakan sesuatu namun tetap harus bertanggung jawab bukan hoax. Sebab mereka juga dapat terkena sanksi berdasarkan undang-undang ITE," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load