Tawa Warga Pecah Saat Presiden Jokowi Jumpa Joko Widodo

Senin , 13 September 2021 | 12:45
Tawa Warga Pecah Saat Presiden Jokowi Jumpa Joko Widodo
Sumber Foto dok/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi ketika bertemu warga bernama Joko Widodo di Klaten, Jawa Tengah saat tinjau vaksinasi Covid-19, Senin (13/9/2021).

JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Senin (13/9/2021) diwarnai gelak tawa warga. Jokowi bertemu warga bernama Joko Widodo saat meninjau vaksinasi Covid-19 dari pintu ke pintu (door to door).

Dalam video yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi terlihat berbincang dengan seorang pria peserta vaksinasi. Di tengah perbincangan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut menimburung.

"Mas namanya siapa, Mas? Namanya jenengan sinten?" kata Ganjar bertanya ke pria tersebut.

"Joko Widodo, Pak," ucap pria tersebut.

Warga yang hadir dalam acara itu pun tidak mampu menahan tawa. Suasana menjadi riuh karena tahu peserta vaksinasi itu punya nama mirip dengan sang Presiden.

"Oh ternyata kembar ya," ucap Ganjar.

Tak lama kemudian, warga bernama Joko Widodo menitihkan air mata. Ia terharu karena bertemu dengan presiden. Jokowi hanya tertawa melihat Joko Widodo menangis haru.

"Aku ora ngerti loh iki (saya enggak tahu lo ini)," ucap Jokowi berseloroh.

Warga semakin riuh mendengar candaan sang Presiden. Seorang warga pun melontarkan guyonan kepada Joko Widodo yang sedang menangis.

"Ora sah nangis (enggak usah menangis), awas disuntik," ucap seorang perempuan diikuti gelak tawa warga. Setelah itu, Joko Widodo pun menerima suntikan vaksin Covid-19.

Jokowi berkunjung ke Jawa Tengah hari ini. Ia berkeliling ke sejumlah daerah untuk meninjau vaksinasi Covid-19.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan dinas Presiden Jokowi sepekan terakhir. Sejak bertolak dari Jakarta pada Kamis (9/9/2021), Jokowi telah menyambangi tiga provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load