Kata KPK, Setya Novanto Masih Setengah Hati

Jumat , 23 Maret 2018 | 23:40
Kata KPK, Setya Novanto Masih Setengah Hati
Sumber Foto kompas.com
Setya Novanto

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai terdakwa Setya Novanto masih "setengah hati" mengakui perbuatannya dalam perkara korupsi e-KTP. Hal tersebut sebagai respons atas pengajuan sebagai "justice collaborator" (JC) oleh mantan Ketua DPR.

"Tentu kami pertimbangkan, ada uang yang dikembalikan sekitar Rp5 miliar. Meskipun setelah saya tanya juga ke tim, masih ada kesan terdakwa setengah hati mengakui perbuatannya untuk membuka pihak-pihak lain, termasuk pengembalian dana," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Febri menyatakan, sebelumnya Setya Novanto sempat menyangkal telah menerima dana e-KTP saat ditanya oleh Hakim. "Pertama, kami tahu ketika Hakim bertanya apakah saudara menerima uang tersebut, masih disangkal oleh terdakwa. Kami membaca terdakwa masih menyangkal dan tak mengakui perbuatannya," ucap Febri seperti dilansir antaranews.com.

Selanjutnya, kata Febri, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memang menyebutkan nama-nama lain penerima dana e-KTP. Namun hal itu berdasarkan keterangan pihak lain. "Kedua menyebutkan nama-nama lain yang terima sejumlah uang berdasarkan keterangan pihak lain, dan ketiga meskipun kami dengar minta maaf, KPK akan fokus perbuatan itu diakui dan membuka pihak lain seterang-terangnya," tuturnya.

Pada sidang Kamis (22/3/2018), Setya Novanto mengajukan permohonan sebagai JC dan mengungkap sejumlah nama yang menurutnya ikut menerima uang dari proyek e-KTP. Nama-nama tersebut adalah mantan Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan mantan Ketua Fraksi PDIP di DPR Puan Maharani yang disebut menerima 500 ribu dolar AS, anggota Komisi II dari PDIP Arief Wibowo, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Melchias Markus Mekeng, Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung, Wakil Ketua Banggar Olly Dondokambey, Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pramono masing-masing 500 ribu dolar AS, Ketua Fraksi Partai Golkar Chairuman Harahap, serta Ketua fraksi Partai Demokrat saat itu Jafar Hafsah senilai 250 ribu dolar AS.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load