Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Bukan Milik Segelintir Orang

Senin , 30 Agustus 2021 | 14:15
Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Bukan Milik Segelintir Orang
Sumber Foto dok/ist
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara-bangsa (nation-state) merupakan titik temu atau moderasi dari segala proses dan keragaman.

Asas kebangsaan yang menyatukan berbagai suku dan agama di Indonesia itu menurut Haedar sepatutnya dipedomani sebagai dasar mewujudkan cita-cita pemerataan kemakmuran yang termaktub dalam pasal 33 UUD 1945.

“Di tengah keresahan melebarnya kesenjangan sosial, bumi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh segelintir pihak, dan oligarki politik maka Indonesia harus dikembalikan kepada jatidirinya sebagai milik semua. Pemerintah negara wajib hadir dalam melindungi seluruh rakyat dan tumpah darah Indonesia, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Haedar.

Dalam pidato kebangsaan yang disiarkan televisi nasional CNN Indonesia, Senin (30/8/2021) Haedar mengingatkan bahwa Soekarno-Hatta menyatakan Indonesia didirikan untuk semua golongan.

Karena itu, jiwa gotong royong yang mendasari bangunan Indonesia dalam seluruh aspeknya menurut Haedar wajib dijaga oleh pemilik kebijakan agar tidak timbul oligarki politik, oligarki ekonomi, dan oligarki lainnya yang merusak kebersamaan dan menjadikan Indonesia hanya milik sekelompok kecil pihak.

“Di negeri ini tidak semestinya berkembang ‘siapa yang kuat, yang menang’ dan menguasai Indonesia. Manakala hal itu terjadi maka Indonesia dapat terpapar ‘radikalisme-esktrem’ bentuk lain, yang tentu saja tidak sejalan dengan Pancasila. Indonesia wajib hukumnya untuk menjadi milik semua!,” tegas Haedar.

“Karenanya jiwa Bhineka Tunggal Ika penting terus digelorakan, bukan hanya untuk menumbuhkembangkan sikap bersaudara dalam kemajemukan SARA, tetapi juga menegakkan kebersamaan secara politik dan ekonomi agar tercipta Persatuan Indonesia dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami percaya masih banyak anak bangsa termasuk para pejabat negara, politisi, dan pengusaha yang berjiwa luhur untuk terciptanya Indonesia milik bersama!” ia menambahkan.(*)



Sumber Berita: muhammadiyah.or.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load