Setnov Sebut Nama Puan dan Pramono

Kamis , 22 Maret 2018 | 14:57
Setnov Sebut Nama Puan dan Pramono
Sumber Foto Tempo.co
Setya Novanto

JAKARTA—Terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor mengatakan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) saat itu, Puan Maharani, menerima uang.

"‎Pada September-Oktober, seingat saya Andi Narogong bersama Made Oka datang ke rumah saya. Pas datang Made Oka menyampaikan dia serahkan uang ke dewan. Saya tanya waktu itu, untuk siapa? Disebutlah oleh dia. Tidak mengurangi rasa hormat, ada Puan Maharani, dia Ketua Fraksi PDI-P dan ke Pramono US$500 ribu.  Itu keterangan dari saudara Made Oka," tutur Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3).

Setnov juga buka-bukaan soal pembagian jatah untuk para pimpinan Badan Anggaran DPR dan pimpinan Komisi II DPR RI ketika proyek tersebut bergulir. Uang tersebut, katanya,  ada yang diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi

"Pertama adalah untuk Komisi II, pak Chairuman sejumlah US$500 ribu, untuk Ganjar Pranowo sudah dipotong oleh Chairuman. Untuk kepentingan pimpinan Banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng US$500 ribu, Tamsil Linrung US$500 ribu, Olly Dondokambey US$500 ribu diantaranya melalui Irvanto," papar Setnov.

Setya Novanto didakwa secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan ‎kerugian negara sekira Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2013. Selaku Ketua fraksi Golkar, saat itu dia diduga berpengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek e-KTP yang sedang dibahas dan digodok di Komisi II DPR RI pada tahun anggaran 2011-2012.



Sumber Berita:Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load