"Swing Voters" Mudah Diarahkan Timses Pasangan Calon

Minggu , 21 Oktober 2018 | 21:00
Sumber Foto tempo.co
Siti Zuhro

JAKARTA - Kelompok pemilih yang belum secara pasti menentukan pilihan (swing voters) memiliki karakteristik yang mudah diarahkan. Bukan satu hal yang aneh lagi jika kelompok ini menjadi incaran tim kampanye pasangan capres cawapres untuk memenangkan jagoannya.

"Dari sisi usia, kelompok pemilih muda atau pemilih pemula akan mendominasi swing voters. Pemilih swing voters biasanya sangat mudah dipengaruhi strategi pemenangan tim sukses. Untuk kelompok usia tua setengah tua cenderung pemilihan bisa diprediksi," kata Peneliti Senior dan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro di Menteng Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2018).

Namun, Pengamat Politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio mengatakan, jumlah swing voters masih cukup banyak, yakni sekitar 20 hingga 30 persen dari total pemilih.

Sehingga, swing voters ini menjadi penentu pada Pilpres 2019 nanti. "Swing voters ini menjadi penentu sebenarnya, kalau (dari) 30 persen swing voters, bisa pegang 10 persen saja," ujarnya.

Fenomena yang dikatakan dua pengamat politik itu dijadikan dasar oleh Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV), Adhie M. Massardi, untuk merangkul dan meminimalisir jumlah swing voters.

"Sebenarnya bukan hanya untuk menetralisasi polarisasi di masyarakat yang kian tajam tetapi ada tiga alasan yang lebih strategis, akhirnya kami memutuskan mendirikan perkumpulan swing voters ini," katanya.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load