Kadin Bali Belum Terima Pemberitahuan Pembatalan Munas VIII

Sabtu , 29 Mei 2021 | 11:00
Kadin Bali Belum Terima Pemberitahuan Pembatalan Munas VIII
Sumber Foto metrobali.com
Ilustrasi grafis

DENPASAR--Kadin Bali menegaskan belum menerima keputusan resmi pembatalan Munas yang rencananya akan dilaksanakan di Pulau Dewata tersebut. "Belum (ada surat keputusan resmi pembatalan)," kata Ketua Kadin Bali I Made Ariandi kepada wartawan, Sabtu (29/5). 

Dia menegaskan, jika Munas di Bali tanggal 2-4 Juni batal semestinya pengurus Kadin di Bali sudah menerima surat keputusan resmi dari pengurus Kadin pusat. 

Menurutnya, Kadin sebagai organisasi besar tidak mungkin hanya menyampaikan pembatalan acara Munas secara lisan. Apalagi semua persiapan sudah dilakukan mulai dari tiket pesawat, lokasi Munas hingga hotel tempat peserta menginap. 

Ariandi mengaku sudah mendengar wacana Munas akan dipindahkan ke Kendari. Namun sejauh ini belum pemberitahuan resmi soal itu. "Jadi saya kira masih dalam proses," katanya. 

Ia masih berharap Munas tetap digelar di Bali. "Kalau memang tidak bisa di tanggal 2-4 dan diundur, kami berharap tetap di Bali," katanya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Munas VIII Kadin Indonesia batal diselenggarakan di Nusa DuaBali.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Benny Soetrisno sekaligus pengurus Munas mengatakan pembatalan merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Benny menyebut memang belum ada pengumuman resmi terkait arahan tersebut karena arahan bersifat verbal dari Jokowi kepada Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani. Dia menambahkan kalau Munas akan tetap dilaksanakan namun dipindahkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Walau belum ada tanggal pastinya, namun ia menyebut Munas diundur menjadi akhir Juni nanti. Pemindahan, lanjutnya, juga merupakan arahan Presiden. Benny mengaku tak tahu terkait alasan dibalik pemindahan itu. 

Munas VIII ini rencananya memiliki agenda utama pemilihan ketua umum Kadin untuk periode 2021-2026.



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load