Vonis Syafruddin, Yusril: Percuma Bersidang Jika Semua Fakta Diabaikan

Selasa , 25 September 2018 | 09:35
Vonis Syafruddin, Yusril: Percuma Bersidang Jika Semua Fakta Diabaikan
Sumber Foto merdeka,com
Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra, Kuasa Hukum Syafruddin Arsyad Tumenggung mengatakan, persidangan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) percuma karena semua fakta yang terungkap dalam sidang diabaikan oleh Majelis Hakim.

Ia menyatakan hal itu seusai sidang vonis terhadap terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/9/2018) siang.

Yusril selanjutnya mengatakan, seluruh fakta-fakta yang terungkap di persidangan sama sekali diabaikan oleh majelis hakim. “Fakta hanya mengutip dari surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum padahal fakta-fakta tersebut sudah dibantah oleh saksi-saksi dan ahli serta alat bukti yang dihadirkan dalam persidangan,” katanya.

Ia mengemukakan, buat apa bersidang jika semua yang diungkap dalam persidangan sama sekali tidak dianggap oleh majelis hakim.”Seumur hidup sebagai advokat dan guru besar baru kali ini saya bersidang dan seluruh argumen dianggap tidak ada relawansinya. Ini bukti bahwa ketidakadilan dipertonton kepada publik,” tuturnya.

Yusril mengatakan, seluruh pembelaan yang dilakukan klien Syafruddin Arsyad Tumenggung hanya dikutip tetapi oleh Majelis Hakim dianggap tidak ada sependapat dan sekali lagi tidak sependapat."Ini kan aneh," ujarnya. 

Ia menambahkan, seluruh sisa aset yang ditangani Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sudah diserahkan kepada Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai lembaga yang menggantikan posisi BPPN. Dalam kasus ini, korupsi terjadi 2007 tetapi aset dijual oleh penganti BPPN dan bukan oleh Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Karena itu, tambah dia, satu hari bahkan satu menit, Yusril selaku kuasa hukum Syafruddin Arsyad Tumenggung tetap mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Tipikor Jakarta.

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load