Biarkan Aksi ke "Waspada", IPW: Copot Kapolda Sumut

Selasa , 18 September 2018 | 17:30
Biarkan Aksi ke
Sumber Foto Dok/Ist
Neta S Pane

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) membiarkan aksi demo yang dilakukan massa pendukung salah satu capres ke kantor surat kabar Waspada di Medan pada Selasa (18/9/2018).

Aksi demo ke kantor media massa adalah sebuah teror dan persekusi yang tidak boleh dibiarkan jajaran kepolisian. Seharusnya Polda Sumut tidak mengizinkan aksi tersebut. Untuk itu, IPW mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Sumut karena membiarkan aksi demo ini.

Desakan itu disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Selasa (18/9/2018). Ia mengatakan, Polda Sumut harus menindak pelaku demo ke kantor media massa. Karena media massa, seperti Waspada adalah pilar keempat demokrasi. Sangat disayangkan, jika massa yang mengaku sebagai pendukung salah satu capres itu tidak paham akan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Ia mengatakan, aksi demo ke kantor Waspada tersebut adalah aksi salah kaprah yang bisa menimbulkan kebencian atau antipati terhadap massa tersebut maupun terhadap capres yang mereka dukung. "Seharusnya Polda Sumut bertindak tegas membubarkan aksi massa tersebut dan jangan membiarkan aksi ini terjadi karena akan menjadi preseden yang bisa ditiru pihak lain. Untuk itu Polda harus memanggil dan memeriksa serta memproses hukum korlap aksi itu. Sebab tindakan mereka sudah melanggar UU Pers yang pelakunya bisa dipidana," ujarnya.

Apalagi, kata dia, aksi demo itu disebut-sebut karena kecewa lantaran sehari sebelumnya cawapres Sandiaga Uno datang mengunjungi kantor Waspada dan berdialog dengan kru surat kabar itu.

Aksi yang dilakukan orang orang yang mengaku sebagai pendukung Jokowi itu merupakan tindakan keblinger dan pelanggaran hukum yang tidak boleh ditolerir."Tidak ada yang salah, Waspada menerima kunjungan Sandiaga Uno. Apalagi Sandiaga adalah salah satu cawapres yg sah yang dilindungi UU. Untuk itu Polda Sumut harus segera menangkap korlap aksi tersebut dan memprosesnya secara hukum.(nm)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load