Dalang Kerusuhan Mako Brimob Divonis Hari Ini

Kamis , 13 September 2018 | 08:25
Dalang Kerusuhan Mako Brimob Divonis Hari Ini
Sumber Foto antarafoto
Kerusuhan di Mako Brimob Mei lalu.

JAKARTA - Wawan Kurniawan alias Abu Afif dalang kerusuhan di sel blok kasus terorisme Rumah Tahanan Mako Brimob, Mei lalu bakal divonis Kamis (13/9/2018) ini di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Wawan diketahui lahir di Jakarta pada 9 Juli 1975. Wawan merupakan Amir (ketua) kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) di Pekanbaru, Riau. Ia merupakan terduga teroris yang tertangkap di Pekanbaru pada operasi penindakan serentak oleh Detasemen Khusus Antiteror Polri 88 pada Oktober 2017.

Wawan ditangkap lantaran terlibat dalam latihan militer di Jambi dan Riau. Dia diduga berperan sebagai motivator bagi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi. Wawan dan JAD Pekanbaru juga menggelar latihan persiapan teror (i'dad) dan latihan menembak di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Dia diringkus bersama Abu Ibrahim alias Beni Samsu Trisnodi di Perumahaan Pandau Permai, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Pada Mei lalu saat ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Wawan diduga menjadi pemicu dalam kerusuhan yang membuat ratusan tahanan menyandera polisi. Peristiwa itu dimulai ketika dia dibesuk keluarganya usai sidang pada 8 Mei lalu. Keluarga Wawan saat itu datang membawa bekal makanan yang tak bisa dinikmati. Sebab, polisi menerapkan aturan ketat dan memeriksa apapun kiriman bagi tahanan terorisme guna mengantisipasi penyelundupan ke sel.

Setelah mengetahui makanan kiriman keluarganya ditahan polisi, Wawan lantas mengamuk. Dia kemudian menghasut sejumlah tahanan teroris lainnya yang mendekam di Rutan Mako Brimob. Segelintir tahanan terorisme lantas emosi dan menganiaya petugas jaga. Serangan itu menyebabkan lima polisi dan satu napi teroris meninggal.

Wawan juga terluka dalam kejadian itu dan sempat dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di bahu kirinya. Dia kemudian dibawa ke Rutan Nusakambangan, Jawa Tengah bersama tahanan terorisme lainnya.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load