Kubu Moeldoko: Susunan Pengurus Demokrat Sudah di Kemenkumham

Selasa , 09 Maret 2021 | 18:10
Kubu Moeldoko: Susunan Pengurus Demokrat Sudah di Kemenkumham
Sumber Foto Antara/Endi Ahmad
Moeldoko hadir di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

JAKARTA - Salah satu panitia Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Ilal Ferhard mengatakan pihaknya sudah mendaftarkan kepengurusan Partai Demokrat versi kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ke Kementerian Hukum dan HAM. Penyerahan dilakukan pada Selasa (9/3/2021) siang.

"Sudah masuk [didaftarkan] di sana [Kemenkumham]. Antara jam 12 atau pukul 14. Jadi sudah diantar dan sudah diterima di Kumham. Di sana kan ada tim advokasi kita. Yang penting kan dinyatakan masuk dulu ke situ," kata Ilal di Mall Bellagio, Kuningan, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Dia menjelaskan tim hukum Demokrat kubu Moeldoko sudah membawa sejumlah berkas yang dibutuhkan untuk mendapatkan legalitas. Ia mencontohkan dokumen hasil KLB, struktur kepengurusan, hingga bukti-bukti lain sudah diserahkan sebagai pelengkap.

"Dan bila ada kurangnya kita tambahkan sambil berjalan. Sekarang yang penting udah masuk dulu," katanya.

Ilal optimistis Kemenkumham akan menerima hasil kepengurusan Demokrat versi KLB Deli Serdang. Terlebih, ia menilai Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sudah gerah terkait polemik Demokrat selama ini."Apalagi pak menteri juga udah gerah juga tuh. Mudah-mudahan versi KLB kita diterima oleh beliau," ujarnya.

Moeldoko dipilih sebagai jadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. KLB itu digelar sejumlah kader Demokrat yang tidak puas dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain Moeldoko, Marzuki Alie turut ditetapkan sebagai ketua dewan pembina. Lalu, Jhoni Allen didapuk sebagai Sekretaris Jenderal Demokrat. Demokrat kubu AHY menuding gelaran KLB Deli Serdang tersebut sebagai tindakan ilegal dan inkonstitusional.

AHY mengaku menyimpan kecewa lantaran mantan Panglima TNI itu terlibat dalam kudeta partai yang dipimpinnya."Sebagai manusia biasa, tentu kita semua ada kurang dan salahnya. Untuk itu apabila beliau (Moeldoko-red) menyadari kekeliruannya, saya pribadi tentu memaafkannya," kata AHY di Gedung DPP Partai Demokrat, Senin (8/3/2021).

AHY pun berharap Moeldoko bisa menyadari kesalahan. Apa yang dilakukan Moeldoko, lanjut AHY, telah menyakiti ratusan ribu bahkan jutaan kader dan simpatisan Partai Demokrat.(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load