Pemilih Milenial Punya Selera Politik Mencerdaskan

Rabu , 29 Agustus 2018 | 18:15
Pemilih Milenial Punya Selera Politik Mencerdaskan
Sumber Foto Dok/Ist
Siti Zuhro

JAKARTA - Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, selera pemilih milenial memiliki kecenderungan yang khas ketimbang selera politik yang dimiliki oleh kalangan pemilih yang lebih tua. Bahkan, dalam hasil survei Polmark Indonesia, Pemilu 2019 akan didominasi oleh Pemilih Milenial.

"Sepengetahuan saya mereka memliki satu taste politik beda. Mereka lebih rasional dan menyukai sosok cerdas, Generasi milenial punya taste tersendiri," kata Siti dalam diskusi PolMark Indonesia bertajuk 'Pemilu dan Ancaman Retaknya Kerukunan Sosial' di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Menurut dia, pemilih milenial lebih menilai sosok pemimpin yang dianggap memiliki kapasitas yang mumpuni. "Mereka lebih melihat tampilan sosok apakah orang ini meyakinkan, menjanjikan dan punya kapasitas dan kemajuan," tuturnya.

Karena itu, bagi para elite partai diharapkan mampu memberikan suguhan politik yang mencerdaskan. "Anak muda tidak bisa didekte. Mereka punya satu bayangan pemimpin itu meyakinkan, sesuai dengan keberadaan mereka yang modern. Tapi yang membuat benci yaitu korupsi, kebohongan," ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis lembaga survei Polmark Indonesia, dari 186,4 Juta penduduk berhak pilih, 15,80 persen masyarakat pemilih didominasi oleh pemilih yang lahir antara tahun 1983-1999. "Jika dilihat dari struktur usianya, pemilu 2019 akan didominasi oleh pemilih muda (40 tahun ke bawah). Termasuk didalamnya pemilih pemula, 17-20 tahun sebesar 9,07 persen," Direktur Riset PolMark Indonesia, Eko Bambang Subiyantoro menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load