IPW: Pengangkatan Komjen Ari Dono Jadi Wakapolri Tepat

Jumat , 17 Agustus 2018 | 09:45
IPW: Pengangkatan Komjen Ari Dono Jadi Wakapolri Tepat
Sumber Fototribunnews.com
Neta S. Pane

JAKARTA - Dengan diangkatnya Komjen Ari Dono sebagai Wakapolri dinilai tidak menganggu sistem kaderisasi dalam tubuh Polri. Hal itu sekaligus membuang anggapan adanya "aksi lompat pagar" dalam penempatan jabatan.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane di Jakarta, Jumat (17/8/2018). Ia mengatakan, Ari Dono adalah salah satu Komjen senior di Polri yang juga satu angkatan dengan Wakapolri sebelumnya yakni Akpol 85. Dengan diangkatnya Ari Dono sebagai Wakapolri maka sistem kaderisasi yang dibangun Polri selama ini tidak terganggu.

Dia mengatakan, Polri komit dan konsisten dengan dirinya sendiri dan tidak membiarkan adanya "aksi lompat pagar" dalam penempatan jabatan. Dengan demikian jajaran kepolisian maupun masyarakat percaya pada sistem kaderisasi di Polri."Jika "aksi lompat pagar" dibiarkan terjadi di Polri maka kader kader kepolisian akan prustrasi dan mereka akan hilang harapan karena sistem kaderisasi tidak punya kejelasan," ujarnya.

Neta menyebutkan, Wakapolri adalah jabatan karir paling tinggi di kepolisian, sedangkan jabatan Kapolri lebih bersifat politis dan menjadi hak prerogatif presiden. Sehingga perwira tinggi (Pati) yang berhak ikut dipilih dalam Wanjakti adalah Pati yang berpangkat Komjen, meski kemudian penentuan finalnya tetap Kapolri yang memutuskan.

"Sistem urut kacang yang tentunya mempertimbangkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas para calon ini akan lebih menghargai institusi ketimbang membiarkan adanya "aksi lompat pagar" dalam penunjukkan jabatan Wakapolri. Jika Kabareskrim Ari Dono dipilih jadi Wakapolri. Ini sama seperti era Komjen Makbul Padmanegara yang dari Kabareskrim menjadi Wakapolri," tuturnya.

Ari Dono sendiri sudah cukup lama bertugas di lingkungan elit Mabes Polri. Dimulai dari Wakabareskrim dan Kabareskrim, sehingga sangat memahami dinamika yang terjadi di tataran elit kepolisian dan pemilihannya sebagai Wakapolri adalah solusi yg tepat di tengah panasnya tarik menarik proses pemilihan Wakapolri.

Dia menambahkan, dengagn naiknya Ari Dono dipastikan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis akan menjadi Kabareskrim menggantikan posisi yang ditinggalkan Ari Dono."Sekarang yang jadi pertanyaan siapa yang akan menggantikan Idham sebagai Kapolda Metro Jaya? Apakah Kakorbrimob Irjen Rudi bersedia, setelah kasus videonya yang memalukan itu viral? Kita tunggu saja," dia menambahkan.(nm)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load