Komnas HAM Serahkan Hasil Investigasi Kasus FPI Kepada Presiden

Kamis , 14 Januari 2021 | 14:34
Komnas HAM Serahkan Hasil Investigasi Kasus FPI Kepada Presiden
Sumber Foto Bisnis.com
Pimpinan Komnas HAM

JAKARRTA--Komnas HAM menemui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menyerahkan hasil investigasi terkait tewasnya anggota Front Pembela Islam (FPI).

Menko Polhukam RI, Mahfud MD menjelaskan, Komisioner Komnas HAM menemui Jokowi sekira pukul 10.00 WIB tadi. Kala itu dia bersama Mensesneg mendampingi Jokowi.

"Kehadiran Komnas HAM ini adalah menyampaikan secara langsung tentang hasil investigasi tewasnya enam laskar yang mengawal Muhammad Rizieq Shihab," ungkap Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021).

"Tadi Presiden menerima secara langsung naskah laporan hasil investigasinya itu dengan semua rekomendasinya," tambahnya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, pemerintah tidak membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) karena lebih memilih untuk menyerahkan proses penyelidikan kepada Komnas HAM.

"Kalau ada hal-hal seperti itu, Komnas HAM yang menyelidiki, lalu sampaikan langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah dan aparat apa hasilnya," tekan Mahfud.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Komnas HAM telah menyampaikan hasil investigasi terkait tewasnya laskar FPI pada Jumat (8/1/2021). Berikut poin penting yang disampaikan Komnas HAM:

Pokok peristiwa:

1. Bahwa terjadinya pembuntutan terhadap MRS oleh Polda Metro Jaya merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan oleh MRS.

2. Terdapat pengintaian dan pembuntutan di luar petugas kepolisian

3. Bahwa terdapat 6 (enam) orang yang meninggal dunia dalam dua konteks peristiwa yang berbeda.

- Insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan 2 (dua) orang Laskar FPI substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api.

- Sedangkan, terkait peristiwa Km 50 ke atas terhadap empat orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk dari Peristiwa Pelanggaran HAM; Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawful killing terhadap ke 4 anggota Laskar FPI.

Rekomendasi:

Berdasarkan kesimpulan yang telah dirumuskan, Tim Penyelidik Komnas HAM merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Peristiwa tewasnya 4 (empat) orang Laskar FPI merupakan kategori dari pelanggaran HAM. Oleh karenanya, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan Pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

2. Mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua Mobil Avanza hitam B 1759 PWI dan Avanza silver B 1278 KGD

3. Mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh Laskar FPI.

4. Meminta proses penegakan hukum, akuntabel, objektif dan transparan sesuai dengan standar Hak Asasi Manusia.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load