PPP: Reshuffle Kabinet Suatu Kebutuhan

Jumat , 11 Desember 2020 | 13:38
PPP: Reshuffle Kabinet Suatu Kebutuhan
Sumber Foto dok/ist
Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA - Rabu pon yang merupakan salah satu hari favorit Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet ada di akhir Desember. PPP sebagai parpol koalisi Jokowi menilai pas jika ada Rabu pon di akhir Desember.

"Sesuai konstitusi, reshuffle merupakan hak preogatif presiden. Prerogatif presiden yang tidak bisa dicampuri siapa pun. Kalau ternyata ada Rabu pon atau Rabu Pahing di bulan Desember (2020), berarti pas," kata Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

PPP memandang reshuffle kabinet Jokowi merupakan suatu kebutuhan. PPP berharap Jokowi bersama kabinet bisa langsung nyetel tahun 2021.

"Kalau melihat situasi terkini, reshuflle merupakan kebutuhan. Paling tidak sebelum 2020 berakhir semua pos kementerian sudah terisi sehingga tahun 2021 bisa langsung nyetel lagi dengan program-program untuk menerjemahkan visi misi presiden," kata Baidowi.

"Apakah hari Rabu Pon atau Pahing? Kita tunggu saja. Memang dalam kalender Jawa hari Rabu itu baik," ujar Baidowi.

Rentetan kekecewaan Presiden dan OTT KPK terhadap dua menteri, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo serta Menteri Sosial Juliari Batubara, makin memperkuat peluang adanya reshuffle kabinet. Isu santer reshuffle kabinet akan diumumkan pada akhir Desember 2020, tak lama setelah gelaran Pilkada serentak digelar. Sinyal reshuffle kabinet juga terdengar santer di lingkup internal parpol koalisi pemerintahan, salah satunya dari PDIP.

"Logis saja bila presiden memikirkan reshuffle, minimal pengisian nama-nama baru," kata politikus PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Isu reshuffle kabinet juga terdengar riuh di kalangan politikus Senayan. Sejumlah politikus menyebut Presiden Jokowi mungkin akan mengumumkan reshuffle kabinet di akhir bulan ini. Ada juga yang iseng menyebut Rabu pon, yang kebetulan jatuh pada 23 Desember 2020, sebagai salah satu hari favorit Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet.

Pakar Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte, melihat dari sisi kebutuhan memang Presiden Jokowi perlu melakukan reshuffle. Paling tidak mengisi dua kursi menteri yang tersangkut korupsi.

"Kalau dari sisi kebutuhan memang perlu, karena ada yang bermasalah dengan KPK dan Menteri KKP kan sudah mengundurkan diri dan tidak bisa terus dirangkap oleh Menko. Mungkin portofolio Menko sudah banyak sehingga perlu menetapkan menteri baru definitif," kata Philips kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Mengenai pilihan hari reshuflle yang pernah dilakukan Jokowi, detik.com menghimpun data mengenai hal itu pada Senin (6/7/2020). Selama masa kepemiminan Jokowi periode pertama, ia sudah melakukan empat kali reshuffle terhadap Kabinet Kerja.

Berikut daftarnya:

Reshuffle Jilid I: Rabu Pon 12 Agustus 2015
Reshuffle Jilid II: Rabu Pon 27 Juli 2016
Reshuffle Jilid III: Rabu Pahing 17 Januari 2018
Reshuffle Jilid IV: Rabu Pahing 15 Agustus 2018.(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load