Idrus Marham Diberondong 20 Pertanyaan

Kamis , 26 Juli 2018 | 20:55
Idrus Marham Diberondong 20 Pertanyaan
Sumber Foto tribunnews.com
Idrus Marham

JAKARTA – KPK, Kamis (26/7/2018) kelar memeriksa Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham terkait kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. Politikus Partai Golkar itu mengaku dicecar sebanyak 20 pertanyaan oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.

Menjelang malam sekitar pukul 18.50 WIB, Idrus keluar dari ruang penyidik. Dengan menggunakan setelan kemeja putih yang dipadu dengan celana katun bewarna hitam, Idrus santai menghampiri kerumunan awak media yang sudah menunggu sejak pagi hari.

"Saya lama turun karena buka puasa dulu terus shalat maghrib. Sekarang baru turun nih,” katanya.

Dia menjelaskan, pertanyaan penyidik masih berkaitan dengan terduga penerima suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Kotjo.

Ia mengakui, semua pertanyaan penyidik dijawab secara gamblang dan sudah tidak ada lagi yang disembunyikan dalam pemeriksaan kedua tersebut."Semuanya sudah saya jelaskan seperti apa yang ditanyakan penyidik sesuai apa yang saya ketahui terkait dengan tersangka baik saudari Eni Maulani Saragih maupun saudara Johannes Kotjo. Semua sudah saya jelaskan dan tadi saya sampaikan kepada penyidik inilah yang saya ketahui dan didengar oleh penyidik," ujarnya.

Idrus mengakui, di saat sebelum Eni ditangkap di rumahnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR itu memang datang untuk ikut merayakan ulang tahun anaknya. Namun Idrus menampik bahwa Eni Maulani Saragih membawa hadiah untuk anaknya."Jadi gini silahkan tanya semua ke penyidik apakah ada kolerasinya atau tidak. Yang pasti Ibu Eni waktu datang tidak membawa kado, tidak membawa apa-apa," dia menjelaskan.

Perihal kedekatannya dengan kedua tersangka masih sama yaitu kawan dekat. Namun, dalam pemeriksaan kali ini, Idrus menegaskan bahwa kedekatan itu biasa dilakukan sebagai politisi."Semua saya deket. Dan Anda-anda tahu wartawan, bagaimana pergaulan saya. Dan Anda-anda juga saya juga deket semua. Saya kira para politisi di republik ini tahu pergaulan saya luas. Ibu Eni saya deket. Pak Kotjo saya deket. Semua mitra komunikasi saya deket," ujarnya.

Sebelumnya, Idrus Marham sudah diperiksa penyidik KPK pada Kamis (19/7/2018). Saat itu, ia diperiksa sebagai saksi untuk Johannes Kotjo dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Ketika itu dia diperiksa selama kurang lebih delapan setengah jam.

Proyek PLTU Riau-I merupakan proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa-Bali sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load