Hasto: Basi! Curhat SBY soal Megawati

Kamis , 26 Juli 2018 | 11:25
Hasto: Basi! Curhat SBY soal Megawati
Sumber Foto merdeka.com
SBY dan Megawati Soekarnoputri.

JAKARTA – Semalam Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) curhat lagi. Kali ini dia bicara soal hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri. Katanya, dia terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan Megawati selama 10 tahun dia menjadi presiden. Bahkan ternyata mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas, juga sudah berusaha membantu agar hubungan SBY dan Megawati kembali membaik.

"Komunikasi saya lakukan 10 tahun. Mendiang Taufiq Kiemas juga sudah berusaha memulihkan. Jadi bukannya nggak ada kehendak, tapi Allah belum kehendaki," kata SBY.

Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menganggap keluhan SBY soal hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri hanya merupakan bagian dari pergerakan politik untuk kepentingan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, SBY mengharapkan yang terbaik bagi AHY dalam Pilpres 2019."Keluhan musiman Pak SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Mas AHY," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/7/2018).

Sayangnya, Hasto tidak menjelaskan lebih spesifik korelasi keluhan soal Megawati dengan upaya SBY mengangkat nama AHY. Namun diketahui belakangan ini nama AHY banyak disorot karena masuk opsi alternatif cawapres di Pilpres 2019.

Pada saat bersamaan, SBY telah intens menjalin komunikasi dengan Prabowo Subianto. SBY di satu sisi membuka peluang koalisi dengan gerbong Gerindra, tapi juga masih menyinggung hubungan dia dengan Jokowi --yang menurutnya terganjal hambatan yang, kata SBY, "tidak perlu saya jelaskan secara detail."

Hasto mengatakan keluhan SBY atas hubungannya dengan Megawati bukan hal yang mengejutkan bagi PDIP. Keluhan itu selalu ditampilkan oleh SBY setiap menjelang pemilu.

Menanggapi keluhan itu, Hasto mengklaim Megawati memilih diam. Ia berkata Megawati yakin selama ini tidak pernah membuat masalah dengan SBY."Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai satyam eva jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang," ujarnya.

Demi Kepentingan AHY

Hasto membandingkan pergerakan politik Megawati dengan SBY. Ia berkata Megawati lebih mengutamakan kepentingan umum, ketimbang kepentingan anaknya."Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan, untuk Pak Joko Widodo, untuk rakyat, bangsa, dan negara. Sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," ujarnya.

Hasto juga mengingatkan soal situasi hubungan antara Megawati dengan SBY saat Pilpres 2004. SBY yang kala itu merasa menzalimi oleh Megawati, justru merasa menjadi pihak yang bersalah."Seharusnya yang menzalimi itu kan yang merasa bersalah, tetapi kenapa ya Pak SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Ibu Mega?" ujarnya.

Tak hanya itu, Hasto membeberkan kekesalan Megawati atas desakan seorang ketua umum partai agar dirinya bertemu dengan SBY pada Pilpres 2014. Oknum ketua umum itu memprediksi Jokowi dipastikan menang jika pertemuan kedua tokoh itu terlaksana.

Megawati kala itu tidak mengikuti arahan sang oknum ketua umum itu karena yakin Jokowi menang karena dukungan dan perjuangan rakyat."Masak dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya," ujar Hasto menirukan ucapan Megawati.

Hasto menegaskan kegagalan PDIP berkoalisi dengan Demokrat tidak ada kaitannya dengan Megawati, melainkan akibat pergerakan politik SBY yang hanya fokus untuk kepentingan AHY.

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load