Anggota DPR Desak Perpres "TNI Berantas Terorisme"

Minggu , 29 November 2020 | 14:12
Anggota DPR Desak Perpres
Sumber Foto dok/Antara/Yudhi Mahatma
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin.

JAKARTA - Polisi mengatakan pembunuhan sadis satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) dilakukan oleh Ali Kalora cs. Terkait hal itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin mendesak agar peraturan presiden soal pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme segera dirampungkan.

"Perpres ini sudah ditunggu hampir 2 tahun, maka harus segera dirampungkan. Bila dibiarkan terlalu lama, kejadian seperti ini bisa terulang lagi," kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (29/11/2020).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai sudah saatnya pemerintah mengerahkan semua sumber daya kekuatan untuk memberantas para pelaku terorisme, termasuk Ali Kalora cs. Ia menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah satuan terbaik di TNI atau Polri sehingga itu harus dilibatkan.

"Kelompok teroris ini harus segera ditumpas, mumpung kekuatannya masih kecil. Kalau dibiarkan, akan sulit untuk ditindak. Ini saatnya mereka (satuan terbaik) diturunkan untuk menumpas teroris," ia menyebutkan.

Selain itu, Hasanuddin menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian itu. Pelaku pembunuhan empat warga Desa Lembontonga, Sigi, ini diduga kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT)."Saya mengucapkan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut," tuturnya seperti dilansir detik.com.

Sebelumnya diberitakan, empat warga yang merupakan satu keluarga asal Desa Lembatongoa dibunuh secara sadis. Korban ada yang dibakar hingga kepala ditebas.

Keterlibatan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora sebelumnya diungkap Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso. Dia mengatakan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terlibat dalam pembunuhan sadis itu. Keterlibatan MIT didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi mengatakan pelaku berjumlah delapan orang. Pembunuhan sadis di Sigi tersebut dipimpin Ali Kalora. Aksi itu menyebabkan empat orang warga transmigran yang merupakan satu keluarga di Desa Lembatongoa meninggal dunia. Keempat korban itu adalah kepala keluarga bernama Yasa. Korban lainnya adalah istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load