Ini Dokumen yang Disita dari Rumah Dirut PLN

Minggu , 15 Juli 2018 | 21:45
Ini Dokumen yang Disita dari Rumah Dirut PLN
Sumber Foto cnnindonesia.com
Dokumen yamg disita dari rumah Dirut PLN.

JAKARTA – KPK malam ini kelar menggeledah lima lokasi di Jakarta terkait kasus yang menimpa Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Salah satu rumah yang digeledah penyidik KPK adalah rumah Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir di Jalan Bendungan Jatiluhur II Nomor 3, Benhil, Jakarta Pusat.

Mau tahu barang apa saja yang disita dari kediaman Sofyan Basir?

Pengamatan di lokasi, penyidik tampak memboyong tiga bundel tumpukan dokumen dan beberapa boks yang diduga berisi berkas-berkas. Sekitar pukul 19.00 WIB, sekitar 10 penyidik KPK kaluar dari rumah Sofyan Basir. Mereka mengenakan masker, keluar dari rumah Sofyan tanpa memberi keterangan ke awak media.

Rumah Sofyan adalah satu dari lima lokasi yang digeledah KPK. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Eni Maulani Saragih.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, selain rumah Sofyan Basir, KPK juga menggeledah empat tempat lain milik dua tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1."Untuk sementara diamankan dokumen terkait dengan proyek pembangkit listri Riau-1, dokumen keuangan, dan barang bukti elektronik," katanya lewat pesan singkat.

Selain menggeledah rumah Sofyan Basir, KPK juga menggeledah rumah Eni Saragih. Selain itu KPK juga menyambangi rumah, kantor, dan apartemen pengusaha Johannes Budisutrisno Kunco, tersangka yang diduga menyuap Eni.

Eni Maulani Saragih terjerat kasus setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) saat berada di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di kawasan Widyachandra, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018).

Dia ditangkap bersama Bos Apac Group Johanes B Kotjo dan tujuh orang lainnya. Eni diduga menerima uang sebesar Rp500 juta terkait proyek pembangunan pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load