FSGI Beri Rapor Merah Untuk Mendikbud Nadiem Makarim

Minggu , 25 Oktober 2020 | 17:32
FSGI Beri Rapor Merah Untuk Mendikbud Nadiem Makarim
Sumber Foto IDX Channel
Mendikbud Nadiem Makarim

JAKARTA--Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai kinerja Menteri Pendidkan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim selama setahun ini sangat buruk. FSGI memberikan rapor merah untuk Nadiem Makarim.

"FSGI selama satu tahun melakukan pemantauan kinerja dan memiliki sejumlah data survei terkait kinerja Mas Menteri selama satu tahun," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo, seperti dikutip jpnn.com, Minggu (25/10).

Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) memberi nilai 68 kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam satu tahun masa jabatannya.

 

Wasekjen FSGI Mansur saat konferensi pers virtual menjelaskan, FSGI memberi penilaian ke 8 kebijakan Nadiem dalam 1 tahun menjadi Mendikbud. Penilaiannya, nilai 100 untuk penghapusan ujian nasional (UN), kurikulum darurat nilai 80, dan nilai 75 untuk asesmen nasional.

Setelah melakukan analisis kinerja Mendikbud Nadiem, FSGI memberikan penilaian kinerja dengan memberikan nilai rapor atau penilaian hasil kinerja dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 75. Adapun kinerja yang dipilih untuk diberikan penilaian ada 8 yaitu sebagai berikut :
 
1. Kurikulum Darurat dengan nilai 80 (tuntas) 
2. BDR atau PJJ dengan nilai 55 (tidak tuntas)
3. Hibah Merek Merdeka Belajar dengan nilai 60 (tidak tuntas)
4. Bantuan Kuota Belajar dengan nilai 65 (tidak tuntas) Baca Juga: Detik-detik Oknum Perwira Polisi Pengkhianat Bangsa Ditembak, Menegangkan
5. Penghapusan UN/USBN dengan nilai sempurna 100 (tuntas)
6. Asesmen Nasional dengan nilai 75 (tuntas)
7. Relaksasi BOS dengan nilai 60 (tidak tuntas)
8. Program Organisasi Penggerak (POP) dengan nilai 50 (tidak tuntas)
 
"Dari 8 program yang dinilai, hanya 3 yang tuntas. Sedangkan 5 tidak tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 68, sehingga dengan demikian Mendikbud menurut versi FSGI mendapatkan nilai rapor merah atau tidak naik kelas," tegasnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, gebrakan Nadiem Makarim di awal dengan Merdeka Belajar memberikan pencerahan dan munculnya harapan baru bahwa pendidikan Indonesia akan dikembalikan dengan semangat Ki Hajar Dewantara.
 
Namun, tak sedikit para pendidik yang bingung ketika Merdeka Belajar diwujudkan dalam 4 kebijakan, yaitu
FSGI memberi nilai 65 untuk bantuan kuota internet. Mansur menambahkan FSGI memberi nilai 60 untuk hibah merek merdeka belajar dan relaksasi dana BOS.
FSGI beri rapor merah untuk Nadiem Makarim (Dok. FSGI)
FSGI Beri Rapor Merah untuk 1 Tahun Mendikbud Nadiem, Nilanya 68. (Dok. FSGI)

Sedangkan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), FSGI memberi nilai 55. Adapun untuk program organisasi pergerakan (POP), diberi nilai 50.

"Sehingga bila dirata-rata, nilai 68 ini kurang atau tidak tuntas. Nah di dalam kebiasaan pendidikan yang mungkin kita kenal pada zaman kita, kalau ini nilainya merah menurut kami," ungkapnya.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load