Kemenag Programkan Penguatan Kompetensi Penceraham Agama

Jumat , 18 September 2020 | 14:35
Kemenag Programkan Penguatan Kompetensi Penceraham Agama
Sumber Foto Pikiran Rakyat
Ilustrasi

JAKARTA--Kementerian Agama resmi merilis program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama. Program ini ditegaskan bukan sertifikasi penceramah agama yang beberapa waktu terakhir mendapatkan sorotan publik.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi yang meresmikan peluncuran itu mengatakan bahwa program ini bukanlah sertifikasi penceramah agama.

"Tapi lebih ke pembinaan teknis dalam rangkat penguatan kompetensi penceramah agama," jelas Wamenag, di Jakarta, Jumat (18/9).

Zainut memerinci, program ini tidak hanya dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam, tetapi juga oleh Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Pusbindik) Khonghucu.

“Ini bukan sertifikasi. Tidak ada paksaan untuk mengikuti program ini. Sifatnya sukarela. Karenanya, yang tidak ikut Bimtek juga tidak terhalang haknya untuk terus berdakwah. Kemenag akan menjalin kerja sama dengan Majelis serta Lembaga atau Ormas Keagamaan,” kata Zainut, seperti dilansir dalam resmi Kemenag.

Menurut Wamenag, Kementerian Agama sangat concern dalam mendorong peran yang lebih luas dari para penceramah dalam pembangunan bidang agama. Apalagi, tantangan keberagamaan semakin beragam seiring perubahan zaman yang cepat.

Banyak perubahan perubahan sosial terjadi yang disebabkan laju modernitas dengan beragam produknya. Namun, apapun tantangan itu, Wamenag yakin para penceramah dan tokoh agama akan tetap tegar mengemban amanah merawat keberagamaan dengan baik.

“Karena itu, Kemenag terus membuka diri dan juga proaktif menjalin kerjasama dan kemitraan dengan seluruh ormas keagamaan dalam optimalisasi peran para penceramah,” tutur Wamenag.

Dikutip dari Bisnis.com, rilis program ini diawali dengan sosialisasi yang digelar Ditjen Bimas Islam dan dihadiri lebih sembilan puluh penceramah perwakilan dari 53 lembaga sosial keagamaan.

"Kami melihat ada banyak sosok penceramah yang telah eksis mengedukasi masyarakat dengan bahasa agama yang ringan dan mudah dipahami. Ini adalah bukti betapa kita sangat kaya dengan sosok-sosok berwawasan moderat," pungkas Zainut.



Sumber Berita:Binis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load