Sulsel Paling Banyak Pelanggaran Politik Uang

Rabu , 27 Juni 2018 | 20:45
Sulsel Paling Banyak Pelanggaran Politik Uang
Sumber Foto Dok/Ist
Bawaslu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan indikasi bentuk pelanggaran politik uang di Pilkada Sulawesi Selatan (Sulsel). Tercatat 8 kasus dugaan pelanggaran yang terjadi saat pemungutan suara pada Rabu (27/6/2018).

"Paling tinggi di Sulawesi Selatan. Delapan kasus dugaan politik uang. Sekarang sedang dalam proses klarifikasi di kantor Bawaslu Kabupaten Kota," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Ratna Dewi di kantor Bawaslu, Rabu (27/6/2018).

Dari 35 kasus dugaan pelanggaran di antaranya menjanjikan, memberikan uang dan atau materi lainnya, didapat Bawaslu dari hasil pengawasan di 10 wilayah Kabupaten Kota.

Adapun Sumatera Utara dan Lampung memiliki dugaan praktik money politic yang cukup tinggi sebanyak 7 kasus. Disusul Jawa Tengah 5 kasus, Sulawesi Barat dan Banten sebanyak 2 kasus dan Sulawesi Utara, Jawa Barat serta Jawa Timur dan Bangka Belitung sebanyak 1 kasus.

Sementara pelanggaran politik uang di hari-H pencoblosan terjadi di Belitung. Terdapat temuan berupa pemberian uang saat perekrutan saksi oleh Panwaslu setempat."Selain itu di Belitung ada perekrutan saksi pada hari-H, pemberian uang sebesar Rp 300 ribu dalam pecahan Rp50 ribu. Kasus ini sedang kami proses lebih lanjut,” Ratna menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load