Kejagung Tutupi Pembobolan Mandiri Rp 1,5 Triliun

Selasa , 13 Maret 2018 | 00:55
Kejagung Tutupi Pembobolan Mandiri Rp 1,5 Triliun
Kejaksaan Agung (Foto:beritabuana.co)

JAKARTA - LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) cenderung menutupi perkembangan kasus dugaan pembobolan Bank Mandiri Cabang Bandung senilai Rp1,5 triliun melalui pemberian kredit kepada PT Tirta Amarta Bottling (PT TAB).

"Jika alasannya takut 'rush', justru dengan penegakan hukum yang tegas rakyat akan makin percaya dengan Bank Mandiri dan tidak ada rush," kata Koordinator LSM MAKI Boyamin Saiman, Senin (12/3) malam.

Ia menambahkan jika alasan khawatir rush hingga tidak mau mengumbar perkembangan penyidikan dugaan pembobolan Rp1,5 triliun itu adalah alasan yang dibuat-buat guna menutupi tidak keprofesionalannya dalam menangani perkara dugaan korupsi.

Sampai sekarang penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) telah menetapkan empat tersangka dalam perkara itu, yakni, pimpinan PT TAB Rony Tedy, Surya Baruna Semenguk (SBS) menjabat Komersial Banking Manajer Bank Mandiri, Frans Eduard Zandra (FEZ) menjabat Relationship Manager, dan Teguh Kartika Wibowo (Senior Kredit Ris Manager).

Keterangan yang diterima Antara menyebutkan, hanya pimpinan PT TAB Rony Tedy saja yang telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung, sedangkan tiga tersangka lainnya tidak diketahui bagaimana perkembangan penyidikannya.

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono, sampai sekarang enggan memberikan informasi perkembangan penyidikan dugaan pembobolan bank plat merah yang merugikan keuangan negara mencapai triliunan rupiah tersebut. 

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan penyidikan dugaan pembobolan Bank Mandiri Cabang Bandung Rp1,5 triliun melalui pemberian kredit kepada PT Tirta Amarta Bottling (PT TAB), jalan terus.

"Prosesnya jalan terus, jadi tunggu saja nanti pada saatnya pasti akan bermuara ke persidangan," katanya seusai acara pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan pejabat Eselon II di lingkungan Kejagung, Jumat (9/3/2018).

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load