Presiden Besok Pidato di DPR, Ribuan Buruh Demo Di Jalanan

Jumat , 14 Agustus 2020 | 03:04
Presiden Besok Pidato di DPR, Ribuan Buruh Demo Di Jalanan
Sumber Foto Republika
Demo buruh di depan kompleks DPR-RI

JAKARTA--Sejumlah elemen serikat buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan melakukan aksi unjuk rasa mendesak DPR dan pemerintah menghentikan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan di saat Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato kenegaraan di gedung DPR menandai dimulainya masa sidang ke-V tahun sidang 2020.

"Sekitar 100 ribu orang anggota Gebrak akan menggelar aksi serentak menuntut DPR dan Presiden Joko Widodo membatalkan omnibus law," tegas Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).

Selain di Jakarta, aksi serentak Jumat akan dilakukan di di Yogyakarta, Semarang, jawa timur, Makasar, Riau, Medan, Bandung, Lampung, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan memiliki tiga agenda pada Sidang Tahunan MPR RI 2020 di gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). Pada pukul 09.48 WIB hingga 10.48 WIB Presiden Jokowi akan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan kedua pidato dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-73.

Setelah itu, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berpidato kembali pada pukul 14.20 - 15.05 WIB. Pidato tersebut dalam rangka penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangannya.Agenda terakhir dan menjadi pamungkas, yakni penyampaian RUU tentang APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya kepada Ketua DPR RI.

Sebelumnya, KSPI melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR RI pada Selasa (12/8) untuk memberi masukan terkait klaster ketenagakerjaan yang menjadi polemik dalam pembahasan omnibus law. Pertemuan itu menyepakati pembentukan tim bersama antara DPR RI dan Serikat pekerja yang akan memilih pasal demi pasal terkait ketenagakerjaan.

 



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load