Tito Tegur Walikota Depok Karena Rapid Test dan Swab Rendah

Kamis , 13 Agustus 2020 | 19:35
Tito Tegur Walikota Depok Karena Rapid Test dan Swab Rendah
Sumber Foto JPNN
Mendagri Tito Karnavian

JAKARTA--Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur Wali Kota Depok Mohammad Idris, terkait rendahnya pelaksanaan tes rapid dan swab sibandingkan dengan daerah lain. 

Tito menegaskan, jumlah tes tersebut tidak  sebanding dengan total populasi penduduk Kota Depok yang mencapai sekisar 2 juta jiwa.

"Rata-rata hanya 0.03 persen penduduk yang mengikuti tes virus Corona (di Depok, red). Tadi ada kemajuan menjadi (Zona, red) Oranye. Saya mau tanya sampelnya berapa? 6.578, betul ya, Pak? Angkanya 6.578, jumlah penduduk berapa? Hampir 2 juta," kata Tito dalam acara peluncuran "Gerakan 2 Juta Masker" yang disiarkan di kanal Youtube Kemendagri secara Livestreaming, Kamis (13/8).

Tidak sampai di situ. Mantan Kapolri ini juga kembali berhitung berdasarkan persentase pelaksanaan rapid dan swab test di Kota Depok, Jawa Barat. "6.578 per 2 juta ketemunya 0.03 persen. Artinya yang disampling, yang diperiksa, (hanya, red) 0.03 persen, rendah sekali," ujar Tito kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Tito juga mengatakan, banyak problema dialami Kota Depok dalam mengatasi Covid-19. Terutama soal geografis membatasi Kota Depok dengan kota di sekitarnya tidak terbatas dengan alam. 

"Batas alamnya enggak jelas, antara Jakarta dan Depok sudah jadi satu. Begitu juga dengan Kabupaten Bogor, juga gak jelas batasannya. Sehingga untuk melaksanakan karantina wilayah, sulit," ucap Tito, seperti dikutip rri.co.id.

Atas temuan itu, Tito menyarankan Pemerintah Kota Depok perlu berkolaborasi dengan daerah sekitarnya untuk mengatasi masalah Covid-19 ini. 

 



Sumber Berita: rri.co.id

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load