Bank Dunia: RI Naik Kelas Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas

Kamis , 02 Juli 2020 | 11:36
Bank Dunia: RI Naik Kelas Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas
Sumber FotoTempo.co
Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA--Bank Dunia Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country) per tanggal 1 Juli 2029. 

Kenaikan status tersebut diberikan berdasarkan penilaian Bank Dunia terkini terhadap Pendapatan Nasional atau Gross National Income  (GNI) per capita Indonesia tahun 2019 yang naik menjadi USD 4.050 dari posisi sebelumnya USD 3.840. Seperti diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan  GNI per capita dalam 4 kategori, yaitu: Low Income(USD1.035),  Lower Middle Income (USD1.036 - USD4,045), Upper Middle Income (USD4.046 - USD12.535) dan High Income (>USD12.535).

"Ini sebuah prestasi yang membanggakan di tengah upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia mengatasi pandemi Covid 19," demikian pernyataan Kementerian Keuangan dalam siaran persnya, Kamis (2/7/2020).

Kenaikan status ini buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan, dan akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan.

Kementerian Keuangan juga menyatakan, Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerjasama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Bank Dunia telah memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3,62 triliun yang dikemas dalam program Indonesia Covid-19 Emergency Response. 

Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. (Foto: Istimewa)

 
 


Sumber Berita:rri.co.id

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load